Advertisement
Waspada Merapi: Magma Belum Juga Terdeteksi, Ini Dia Hasil Uji Lab BPPTKG
Gunung Merapi berstatus waspada, Selasa (22/5/2018). - Harian Jogja/Desi Suryanto
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Setelah beberapa kali erupsi, pergerakan magma Gunung Merapi hingga kini belum juga terdeteksi.
Dari hasil analisis laboratorium yang dilakukan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan (BPPTKG), material letusan tanggal 21 Mei tersusun atas komponen magmatik. Hal ini berbeda dengan erupsi freatik tanggal 11 Mei yang menghembuskan material sisa letusan 2010.
Advertisement
"Tanggal 21 Mei didominasi unsur magmatik. Sehingga awal menuju proses magmatik. Ini salah satu indikasinya," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida saat jumpa pers, Jumat (25/5/2018).
Hasil analisis sampel abu letusan Gunung Merapi tanggal 21 Mei 2018 semakin menegaskan aktivitas gunung itu sedang bergerak menuju awal proses magmatik. Tapi hingga kini, pegerakan magma belum terdeteksi.
BACA JUGA
Hanik menjelaskan dari analisis abu erupsi tanggal 21 dan 11 Mei ditemukan banyak perbedaan. Pada abu letusan 11 Mei, altered litchics dan altered crystals masih 41,61%. Sedangkan abu 21 Mei tinggal 3,74%.
Namun yang jadi indikasi kuat letusan 21 Mei kental dengan unsur magmatik adalah karena free crystal-nya mencapai 94,74%. Sedangkan abu letusan pada 11 Mei, free crystal-nya hanya 32,85%.
"Kami juga coba membandingkan produk letusan 21 Mei dengan produk letusan 2006 dan 2010. Hasilnya produk tanggal 21 Mei mirip dengan 2006 dan 2010," imbuh Hanik.
Begitu pula soal deformasi, Hanik menjelaskan kondisi terakhir Gunung Merapi menunjukkan tidak ada aktivitas kegempaan yang siginifikan. Bahkan sepanjang Jumat juga belum ada letusan sama sekali.
Diakui Hanik, deformasi memang ada, tapi tidak kuat. Deformasi adalah perubahan bentuk pada permukaan tubuh gunung, yang terbagi jadi dua, yakni inflasi dan deflasi.
"Deflasi [pengempisan tubuh gunung] masih minim. Dibandingkan dengan kemarin tidak ada deformasi yang kuat. Kalau [masuk proses] magmatik betul akan ada inflasi [penggembungan tubuh gunung akibat gerak magma]. Ini masih belum jelas [magmanya sampai mana]."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
Advertisement
Advertisement






