Advertisement

Waspada Merapi: Magma Belum Juga Terdeteksi, Ini Dia Hasil Uji Lab BPPTKG

I Ketut Sawitra Mustika
Jum'at, 25 Mei 2018 - 14:20 WIB
Arief Junianto
Waspada Merapi: Magma Belum Juga Terdeteksi, Ini Dia Hasil Uji Lab BPPTKG Gunung Merapi berstatus waspada, Selasa (22/5/2018). - Harian Jogja/Desi Suryanto

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Setelah beberapa kali erupsi, pergerakan magma Gunung Merapi hingga kini belum juga terdeteksi.

Dari hasil analisis laboratorium yang dilakukan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan (BPPTKG), material letusan tanggal 21 Mei tersusun atas komponen magmatik. Hal ini berbeda dengan erupsi freatik tanggal 11 Mei yang menghembuskan material sisa letusan 2010.

Advertisement

"Tanggal 21 Mei didominasi unsur magmatik. Sehingga awal menuju proses magmatik. Ini salah satu indikasinya," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida saat jumpa pers, Jumat (25/5/2018).

Hasil analisis sampel abu letusan Gunung Merapi tanggal 21 Mei 2018 semakin menegaskan aktivitas gunung itu sedang bergerak menuju awal proses magmatik. Tapi hingga kini, pegerakan magma belum terdeteksi.

Hanik menjelaskan dari analisis abu erupsi tanggal 21 dan 11 Mei ditemukan banyak perbedaan. Pada abu letusan 11 Mei, altered litchics dan altered crystals masih 41,61%. Sedangkan abu 21 Mei tinggal 3,74%.

Namun yang jadi indikasi kuat letusan 21 Mei kental dengan unsur magmatik adalah karena free crystal-nya mencapai 94,74%. Sedangkan abu letusan pada 11 Mei, free crystal-nya hanya 32,85%.

"Kami juga coba membandingkan produk letusan 21 Mei dengan produk letusan 2006 dan 2010. Hasilnya produk tanggal 21 Mei mirip dengan 2006 dan 2010," imbuh Hanik.

Begitu pula soal deformasi, Hanik menjelaskan kondisi terakhir Gunung Merapi menunjukkan tidak ada aktivitas kegempaan yang siginifikan. Bahkan sepanjang Jumat juga belum ada letusan sama sekali.

Diakui Hanik, deformasi memang ada, tapi tidak kuat. Deformasi adalah perubahan bentuk pada permukaan tubuh gunung, yang terbagi jadi dua, yakni inflasi dan deflasi.

"Deflasi [pengempisan tubuh gunung] masih minim. Dibandingkan dengan kemarin tidak ada deformasi yang kuat. Kalau [masuk proses] magmatik betul akan ada inflasi [penggembungan tubuh gunung akibat gerak magma]. Ini masih belum jelas [magmanya sampai mana]."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi

Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi

News
| Sabtu, 04 April 2026, 23:47 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement