Advertisement

Semua Pengungsi Merapi di Sleman Dipulangkan ke Rumah

Newswire
Senin, 28 Mei 2018 - 16:17 WIB
Nina Atmasari
Semua Pengungsi Merapi di Sleman Dipulangkan ke Rumah Lansia yang mengungsi di Balai Desa Glagaharjo sedang mengunyah kinang pada (24/5/2018). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN- Warga lereng Gunung Merapi di Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan yang masih bertahan di barak pengungsian akhirnya dipulangkan oleh Badan Peananggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (28/5/2018)

"Hari ini kami akan melakukan pemulangan pengungsi di Balai Desa Glagaharjo ke rumah masing-masing," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Makwan, Senin.

Advertisement

Menurut dia, hingga pagi ini masih ada 40 jiwa yang mengungsi yang terdiri satu balita, dua anak-anak, sembilan orang dewasa dan lansia 28 orang.

"Pemulangan pengungsi dilaksanakan pada Senin 28 Mei 2018 pukul 07.00 WIB dari Balai Desa Glagaharjo menuju Dusun Kalitengah Lor," katanya.

Ia mengatakan, warga yang mengungsi bersedia kembali ke daerah asal setelah mendapatkan pencerahan dari pakar Gunungapi Mbah Surono pada hari Minggu 27 Mei 2018 pukul 14.30 WIB, bahwa tempat tinggal mereka berada di luar daerah bahaya yang direkomendasi tiga kilometer.

"Beliau berpesan dalam Bahasa Jawa, 'sing podo ngungsi oleh mulih, tur tetep sak wayah-wayah eling lan waspodo Merapi' [yang mengungsi boleh pulang, namun sewaktu-waktu selalu ingat dan waspada Merapi]," katanya.

Makwan mengatakan, untuk dukungan Posko Utama BPBD Sleman berupa kendaraan pengangkut tiga pick up, satu truk dan satu ambulance.

"Sedangkan permintaan warga Turgo, Kecamatan Pakem untuk sosialisasi letusan minor akan dilaksanakan pada Senin, 28 Mei 2018 pukul 20.00 WIB di bertempat di Aula SD Sanjaya Tritis dengan pemateri utama BPPTKG dan didampingi BPBD Sleman," katanya.

Ia mengatakan, saat ini status aktivitas Gunung Merapi masih "waspada" atau level 2, dengan rekomendasi radius tiga km dari puncak Merapi dikosongkan dari aktivitas penduduk (mencari rumput, aktivitas pendakian).

"Masyarakat yang tinggal di KRB III diharap untuk meningkatan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Merapi," katanya.

Pantauan Aktivitas Gunung Merapi visual pukul 06.00 WIB melalui pengamatan langsung maupun CCTV Cerah sedangkan pantauan seismik Merapi pada pukul 00.00 hingga 06.00 WIB landai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Hujan Lebat Picu Banjir di Jakbar, 12 RT dan 4 Jalan Tergenang

Hujan Lebat Picu Banjir di Jakbar, 12 RT dan 4 Jalan Tergenang

News
| Sabtu, 04 April 2026, 09:47 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement