Advertisement
Antisipasi Meluasnya Kekeringan, BPBD Minta Saluran Induk Kalibawang Dibuka
Saluran Induk Kalibawang yang dikeringkan untuk perawatan dan perbaikan, beberapa waktu lalu.Harian Jogja/Nina Atmasari
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo mengusulkan agar Saluran Induk Kalibawang tetap dibuka. Usulan ini untuk membantu pasokan air bagi warga yang mulai terdampak kekeringan. Terlebih saat Lebaran, aliran air yang menuju Talang Bowong sangat dibutuhkan untuk aktivitas warga setempat.
Kepala BPBD Kulonprogo, Gusdi Hartono, mengaku meminta Komisi Air Kulonprogo untuk membuka Saluran Induk Kalibawang. Pasalnya, air resapan dari saluran irigasi tersebut ternyata mengisi sumur di permukiman warga yang berada di sekitar saluran irigasi.
Advertisement
"Potensi kekeringan seharusnya baru terjadi satu bulan lagi. Namun ternyata saat ini warga mulai merasakan kekeringan, seperti air sumur yang mulai kering. Hal ini harus segera ditanggulangi," katanya saat ditemui Harian Jogja, Jumat (1/6/2018).
Saat disinggung kondisi jembatan air Talang Bowong yang terputus dan masih diperbaiki, Gusdi menyatakan air dari saluran irigasi tersebut dapat dibuang ke Sungai Tinalah. "Jadi kami minta air dibuang ke Sungai Tinalah agar air tidak menganggu pengerjaan di Sungai Talang Bowong," katanya.
Menurutnya dengan cara itu, setidaknya ada tiga desa yang dapat terbantu, yakni Desa Banjararum, Banjarharjo dan Banjarasri di Kecamatan Kalibawang. "Harapannya ketiga desa itu hingga Idulfitri tidak membutuhkan pasokan air bersih dari BPBD," katanya.
Camat Kalibawang, Hendri Usdiarka, mengungkapkan tanda-tanda kekeringan mulai dirasakan warga di sekitar Saluran Induk Kalibawang. Sejumlah sumur milik warga saat ini mulai mengering. Untuk mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan, Hendri menyatakan jajarannya berencana membuat surat permohonan kepada Pemkab agar ada skema tertentu untuk menanggulani kekeringan. "Kami akan mengajukan surat untuk Komisi Air Kulonprogo dan BBWSSO [Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak], serta tembusan untuk BPBD," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
4 Orang Tewas Berjatuhan, Lokasi Proyek Gedung Maut di Jaksel Sepi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








