Gerakan Ekstrem Seperti Penyakit
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Rekayasa lalu lintas. /Solopo-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menyiapkan lima jalur utama dan 13 jalur alternatif bagi para pemudik. Beberapa jalur, yang sebelumnya, ditutup dibuka untuk menghadapi arus mudik tahun 2018. Jalur alternatif yang tidak bisa dilalui hanya satu, yakni Sedayu-Pandak, karena jembatan Gesikan belum selesai diperbaiki.
Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Sapto Rahardjo mengatakan, jalur utama yang disiapkan diantaranya adalah jalan yang masuk dari Jl. Magelang, Purworejo, Solo, dan lain-lain. Selain itu, Pemda DIY juga sudah menyiapkan 13 jalur alternatif demi kelancaran arus lalu lintas saat mudik.
Jalur alternatif ini beragam. Salah satu contohnya adalah jalan Tempel dan Jalan Godean. Para pemudik yang melalui jalan Magelang bisa melewati dua ruas jalan itu, jika jalur utama sudah terlalu padat.
"Terus dari Prambanan bisa lewat Prambanan ke utara atau ke selatan. Kalau Wonosari bisa ke utara setelah Kids Fun. Yang dari Purworejo bisa lewat JJLS [Jalur Jalan Lingkar Selatan] terus Jl. Daendels. Itu beberapa jalur alternatif," kata Sigit melalui sambungan telepon, Jumat (1/6/2018).
JJLS yang ditutup sementara karena proyek pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA), kata Sigit, dibuka sementara karena tidak ada jalur alternatif lain. Sebelumnya ia menyatakan, JJLS akan dibuka hingga H+10 Lebaran.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X, ujar Sigit, meminta jalur alternatif yang disediakan tidak berlokasi menjelang masuk suatu wilayah, tapi berada di tengah-tengah. "Seperti di Sentolo. Maka kami kerja sama dengan kabupaten dan kota, kami siapkan sekitar 650 personel untuk membantu kesiapan jalur alternatif di tengah-tengah," ungkapnya.
Hampir semua jalur alternatif, sambungnya, bisa dilalui, meski beberapa jalan masih dalam proses perbaikan. Sigit tak hafal betul jalur mana saja yang masih diperbaiki, tapi yang jelas bisa lalui kendaraan walau tidak mulus. Untuk mengantisipasi kecelakaan akibat jalan yang tak rata, Dinas Perhubungan DIY akan memasang rambu-rambu.
Satu-satunya jalur alternatif untuk mudik yang tidak bisa dilalui hanya ruas jalan Sedayu-Pandak, sebab Jembatan Gesikan yang menghubungkan dua jalan ini masih belum selesai diperbaiki. Jembatan Gesikan, yang berlokasi di Kabupaten Bantul, rusak setelah diterjang banjir akibat adanya Siklon Tropis Cempaka akhir tahun lalu.
"Secara umum jalur-jalurnya siap untuk dilewati pemudik, kecuali Jembatan Gesikan. Itu memang tidak bisa dilalui, karena masih dalam pengerjaan," ucap Sigit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Komnas HAM mendorong pengusutan tuntas kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Jogja. Polisi buka peluang tersangka bertambah.
Kemkomdigi memblokir 3,45 juta situs judi online sejak Oktober 2024. Perputaran dana judol 2025 tercatat Rp286 triliun.
Pratama Arhan memperkenalkan Inka Andestha sebagai kekasih barunya lewat unggahan romantis di Instagram usai resmi bercerai dari Azizah Salsha.
Sony resmi membawa PS5 Pro ke Indonesia mulai 20 Mei 2026 dengan harga Rp15,499 juta. Ini spesifikasi, fitur AI, dan peningkatannya.
Libur panjang mendongkrak wisata Bantul. Sebanyak 35.011 wisatawan berkunjung dengan retribusi mencapai Rp506,3 juta.