Advertisement
Saluran Induk Kalibawang Dibuka, Ancaman Kekeringan Bakal Teratasi
Pengendara sepeda motor melintas di dekat saluran irigasi pertanian yang kering di Desa Sentolo, Kecamatan Sentolo, belum lama ini. Saluran irigasi di wilayah Sentolo menjadi salah satu saluran irigasi yang terdampak perbaikan Saluran Induk Kalibawang. Harian Jogja/Beny Prasetya
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo memprediksi tidak perlu melakukan dropping air bersih jika Saluran Induk Kalibawang segera dibuka. Sebelumnya jawatan ini berharap Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) membuka jaringan air irigasi sampai Dusun Kedungrong, Desa Purwoharjo, Kecamatan Samigaluh. Pembukaan saluran air diperlukan untuk mencukupi kebutuhan warga, khususnya saat Ramadan dan Idulfitri 2018.
Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo, Gusdi Hartono, mengungkapkan menghadapi Hari Raya Idulfitri, masyarakat sangat membutuhkan air. BPBD juga sudah mulai berkoordinasi dengan Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Kulonprogo sebagai persiapan mengatasi kekeringan yang dialami sebagian masyarakat di sekitar Saluran Induk Kalibawang. Atas masukan dari dinas terkait, BPBD akan segera mengajukan permohonan ke BBWSSO dan Komisi Irigasi Kulonprogo, mengingat sebagian masyarakat di sepanjang saluran irigasi mulai kesulitan air untuk kebutuhan keseharian rumah tangga. Saat ini, sejumlah sumur mulai mengering karena tidak ada resapan dari saluran irigasi.
Advertisement
"Air dialirkan ke saluran sampai Dusun Kedungrong. Diperkirakan pengaliran air tidak mengganggu pekerjaan perbaikan saluran irigasi Jembatan Talang Bowong di Dusun Brajan, Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang," kata dia, Minggu (3/6/2018).
Menurut Gusdi, dengan adanya pengaliran air tersebut, kesulitan air yang dihadapi warga di sekitar saluran Desa Banjaroya, Banjarharjo dan sebagian masyarakat sekitar saluran di Desa Banjararum bisa teratasi.
Camat Kalibawang, Hendri Usdiarka, mengatakan sebagian warga sekitar saluran irigasi Kalibawang mulai kesulitan mendapatkan air untuk digunakan memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Jajarannya akan segera mengirimkan surat permohonan pengaliran air ke BBWSSO, Komisi Irigasi Kulonprogo, ditembuskan kepada BPBD Kulonprogo. "Sebagian masyarakat mengeluh air sumur mulai mengering, sejak ada pengeringan," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Petani Diminta Siap Hadapi Kekeringan, Kementan Siapkan 80 Ribu Pompa
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








