Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Ilustrasi daging merah/Reuters
Harianjogja.com, WONOSARI-Satuan tugas (Satgas) pangan Polres Gunungkidul akan lakukan penyelidikan terkait dengan dugaan penemuan daging babi yang dioplos dengan sapi serta adanya ayam tiren yang dijual di sejumlah Pasar di Gunungkidul.
Kasatgas Pangan Polres Gunungkidul yang juga menjabat Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Riko Sanjaya menegaskan pihaknya akan lakukan penindakan jika memang ditemukan pedagang nakal yang sengaja menjual daging ayam tiren serta daging sapi yang dicampur daging babi.
"Yang pasti akan kami tindak jika memang ada. Sementara mau kami pastikan dulu dengan berkoordinasi bersama pihak terkait," ujarnya kepada Harianjogja.com, Jumat (8/6/2018).
Jika memang ada ditemukannya daging tersebut, Satgas Pangan Polres Gunungkidul rencananya akan bekerja sama dengan Satgas Pangan Polda DIY.
Riko menambahkan, Kapolres Gunungkidul sebelumnya juga telah menginstruksikan pihaknya untuk lakukan pengawasan. Selain pengawasan daging, juga harga bahan kebutuhan pokok lainnya.
Geger penemuan daging babi yang dioplos daging sapi sebelumnya juga pernah terjadi. Tepatnya di sejumlah pasar meliputi Pasar Playen, Nglipar, Pakel Baron, Pasar Munggi Semanu, dan Pasar Semin pada medio akhir 2015 hingga 2016. Untuk pasar utama di Argosari Wonosari masih steril, tak ditemukan oplosan.
Riko mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terbuai dengan harga daging yang murah. Sebab hal itu patut dicurigai, karena dimungkinkan mengandung daging babi.
Sementara itu Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Bidang Peternakan, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Retno Widiastuti sebelumnya mengungkapkan dari monitoring rutin, pihaknya masih menemukan pedagang nakal yang menjual daging ayam tiren serta oplosan daging babi yang dicampur sapi.
"Kita mengambil sampel di seluruh pasar di Gunungkidul, dan ditemukan adanya oplosan daging babi, selain itu daging ayam tiren juga masih ada," ujarnya.
Adapun dari 16 sampel, ada 14 yang positif oplosan daging babi. Modusnya lanjut Retno daging babi dicampur daging sapi kemudian dilumuri darah sapi. "Tujuannya untuk menyamarkan bau jika ini daging babi," jelasnya.
Ditanya pasar mana saja yang masih ditemukan ayam tiren dan babi, Retno enggan menyebutkan. Dia beralasan penyebutan pasar justru hanya akan meresahkan masyarakat. Selain itu jika disebutkan ada ketakutan nantinya para pedagang nakal bisa tahu dan justru membuat dinas makin sulit untuk mendeteksi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Panglima TNI Agus Subiyanto meminta alumni SMA Taruna Nusantara menjadi generasi adaptif, berkarakter, dan berintegritas menuju Indonesia Emas 2045.
Pakar UMY mengungkap blackout Sumatra bukan sekadar gangguan transmisi, tetapi menunjukkan lemahnya ketahanan sistem kelistrikan dan proteksi jaringan.
SpaceX meluncurkan 29 satelit Starlink baru sehingga total satelit aktif melampaui 10.400 unit untuk memperluas layanan internet global.
Ombudsman RI mendorong sistem terpadu antarkementerian untuk pengawasan TKA dan pencegahan TPPO agar pengawasan lebih efektif.
Tribute to Erros Djarot di Java Jazz Festival 2026 menghadirkan musisi lintas generasi yang membawakan karya-karya legendaris sang maestro.