Advertisement

EDP UGM Temukan 1.400 Pasien Tersangka DB

Sunartono
Sabtu, 09 Juni 2018 - 09:10 WIB
Laila Rochmatin
EDP UGM Temukan 1.400 Pasien Tersangka DB Direktur the Special Programme for Research and Training in Tropical Diseases World Health Organization (WHO/TDR), John C Reeder meneliti nyamuk berwolbachia. - Harian Jogja

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Pembuktian efektivitas penyebaran nyamuk Wolbachia untuk menekan tingginya kasus demam berdarah dengue masih terus dilakukan. Hingga Mei lalu, dari total 5.000 pasien tersangka demam berdarah (DB) yang menjadi objek penelitian tahun ini, Tim Eliminate Dengue Project (EDP) Pusat Kedokteran Tropis UGM baru berhasil menemukan 1.400 pasien tersangka DB.

Peneliti Utama EDP UGM Profesor Adi Utarini mengatakan pembuktian melalui hasil penelitian itu baru akan diperoleh pada awal 2020 mendatang. Saat ini, kata dia, penitipan ember berisi nyamuk ber-wolbachia sudah selesai dilakukan pada separuh wilayah Kota Jogja.

“Sekarang kami sedang berupaya membuktikan efektivitas penyebaran nyamuk dengan melakukan penelitian lanjutan. Populasi nyamuk sudah tersebar di separuh wilayah Kota Jogja, saat ini dalam fase pembuktian sebagai akhir penelitian ini," katanya di UGM, Jumat (8/6/2018).

Terhadap 1.400 pasien tersebut pihaknya melakukan screening selama rentang satu hingga empat hari terkait dengan penyebab demam. Tahun ini tim EDP diakuinya memang mematok target 5.000 pasien, sedangkan pada 2019 target juga dipatok sama, yakni 5.000 pasien lagi.

“Sehingga total menjadi 10.000 pasien demam berdarah. Hipotesa dari penelitian ini adalah upaya menemukan pada kasus dengue di wilayah yang disebari nyamuk ber-wolbachia lebih rendah kasusnya dibandingkan dengan wilayah tidak disebari nyamuk,” ucap dia.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, tujuh kelurahan di Kota Jogja yang dilepasi nyamuk ber-wolbachia didapati kasus DB secara konstan sangat rendah selama enam bulan terakhir.

Data tersebut nyatanya memang tidak pernah terjadi pada lima tahun terakhir sebelumnya. Meski begitu hal tersebut belum bisa dijadikan fakta dan kesimpulan bahwa menurunnya kasus DB disebabkan adanya nyamuk ber-wolbachia.

"Karena penurunan ini juga terjadi di seluruh DIY bahkan secara nasional. Selain DB, kami dalam penelitian juga mengukur dampaknya terhadap chinkungnya dan zika," kata Adi.

Kasi Surveillance dan Imunisasi Dinkes DIY Trisno Agung Wibowo mengatakan kasus DB pada awal 2018 mengalami penurunan signifikan dibandingkan 2017 di bulan yang sama. Jika pada Januari 2017 mencapai 158 kasus sedangkan pada Januari 2018 hanya tujuh kasus. Pada Februari 2017 ada 70 kasus, sedangkan Februari 2018 hanya enam kasus.

Pada Maret 2017 yang mencapai 54 kasus, tahun ini hanya sembilan kasus. Begitu juga dengan April 2017 mencapai 44 kasus namun pada 2018 hanya 10 kasus, sedangkan mei 2017 ada 19 kasus juga menurun pada mei 2018 hanya 14 kasus.

“Januari hingga Mei 2018 di Kota Jogja ada 46 kasus [DB], satu orang meninggal dunia. Di Tegalrejo yang kebetulan jadi tempat pertama penyebaran nyamuk ber-wolbachia, kasus DB-nya menurun drastis,” katanya.

 

Advertisement

Catatan Redaksi:

Judul berita ini telah diubah dari sebelumnya, EDP UGM Baru Temukan 1.400 Pasien DB

Penggantian judul dilakukan sebagai koreksi kesesuaian dengan isi berita.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

4 Orang Tewas Berjatuhan, Lokasi Proyek Gedung Maut di Jaksel Sepi

4 Orang Tewas Berjatuhan, Lokasi Proyek Gedung Maut di Jaksel Sepi

News
| Sabtu, 04 April 2026, 14:07 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement