Advertisement
Kapolda Pastikan Jalur Mudik di DIY 100% Siap Dilalui Pemudik
Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri (dua dari kiri) saat memantau kesiapan petugas di Pos Pengamanan Terpadu Area Monjali, Kecamatan Ngaglik, Minggu (10/6 - 2018).Harian Jogja/Irwan A.Syambudi
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Kapolda DIY, Brigjen Pol. Ahmad Dofiri, memantau sejumlah posko pengamanan dan pelayanan dalam Operasi Ketupat Progo 2018 dalam menghadapi musim Lebaran tahun ini. Pemantauan dilakukan untuk memastikan kesiapan petugas dan juga kesiapan jalur.
Advertisement
Mulai Minggu (10/6/2018) pagi, Kapolda berkeliling memantau dan meninjau posko pengamanan dan pelayanan Operasi Ketupat Progo 2018. Dengan mengendarai motor gede yang biasa digunakan untuk pengawalan, Kapolda berkeliling didampingi Direktur Direktorat Lalu Lintas Polda DIY, Kombes Pol. Latif Usman bersama sejumlah pejabat lain.
Rombongan Kapolda meninjau Posko Tetek, Titik Nol Kilometer, Tugu, Monjali, Kalasan, Piyungan, dan Jalan Wonosari. "[Yang dipastikan] pertama adalah kesiapan petugas di pos masing-masing. Yang kedua adalah kesiapan jalur, sejauh mana rambu-rambu dan sejauh mana kesiapan anggota untuk mengatur lalu lintas di jalan. Jadi sudah dapat saya pastikan semuanya sudah siap," kata Ahmad Dofiri saat ditemui seusai melakukan pantauan di Posko Monjali, Minggu siang.
Pemantauan dilakukan Kapolda selama dua hari. Untuk hari pertama, pantauan khusus dilakukan di wilayah terdekat yakni di wilayah timur, kemudian pada hari kedua pantauan dilakukan ke arah barat menuju jalur perbatasan Purworejo, lewat Jalan Dandels hingga sampai wilayah Bantul.
Hasil pemantauan hari pertama, Kapolda menyatakan seluruh pos sudah berjalan dengan baik, koordinasi lintas sektoral juga telah dilakukan, sehingga setiap pos tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, tapi sudah menjadi satu dari berbagai sektor seperti kesehatan, Linmas, dan lain sebagainya.
Terkait dengan arus mudik, berdasarkan pemantauan Sabtu (9/6/2018) hingga Minggu (10/6/2018), belum ada kepadatan yang berarti di jalur-jalur utama seperti kawasan ring road. Hanya saja Kapolda mengakui kepadatan sudah terjadi pada moda transportasi pesawat udara.
"Lonjakan pemudik sampai sekarang belum signifikan. Dari Sabtu malam hingga Minggu siang belum ada lonjakan. Tapi kalau untuk penumpang pesawat udara, saya kira sudah mulai. Kemarin yang datang sekitar 15.000 pemudik, kemudian yang berangkat ada sekitar 13.000 penumpang," ujarnya.
Menurut Kapolda, kepadatan di DIY justru akan terjadi setelah Lebaran. Pasalnya, kunjungan wisata di destinasi wisata yang ada di DIY akan meningkat pada saat libur Lebaran. Akibatnya, sejumlah posko yang didirikan baru akan dimanfaatkan oleh masyarakat setelah Lebaran.
Salah seorang pemudik asal Cilacap, Jawa Tengah, Enggar Wuryanti, mengaku sungkan jika harus memanfaatkan tempat beristirahat di posko Lebaran. Dia lebih memilih duduk istirahat di emperan toko untuk menunggu kendaraan untuk transportasi selanjutnya. "Tadi saya naik kereta api, dan rencananya mau mudik ke rumah orang tua di Turi, Sleman. Dari stasiun naik Gojek, namun karena ada barang yang ketinggalan, suami saya ambil barang lalu saya menunggu di sini," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
- Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement




