Advertisement
Sopir Ngebut, Pikap Anyar Terguling di Sentolo
Polisi berjaga di dekat mobil pikap Mitsubishi L 300 yang terguling di jalan Jogja-Wates tepatnya di ruas Dusun Gembongan, Desa Sukoreno, Kecamatan Sentolo, Senin (25/6 - 2018).Harian Jogja/Beny Prasetya
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan Jogja-Wates. Sebuah mobil pikap Mitsubishi L 300 bernomor polisi AB 1325 XY terguling di tikungan Dusun Gembongan, Desa Sukoreno, Kecamatan Sentolo, Senin (25/6/2018) siang. Sebelum kejadian, mobil yang melintas dari arah Wates menuju ke arah Jogja itu melaju dengan kecepatan tinggi.
Pengemudi mobil pikap, Dwi A. Ardi, 19, warga Desa Tirtorahayu, Kecamatan Galur, menyatakan sebelum kejadian dirinya mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi karena tergesa-gesa. Saat melintas di tikungan Dusun Gembongan, dia mengaku memacu pikap itu dengan kecepatan sekitar 80 kilometer per jam. "Saat berbelok ke kanan, mobil berbelok terlalu tajam. Saat saya berusaha mengerem, mobil justru oleng dan kemudian terbalik," kata Dwi saat ditemui di lokasi kejadian.
Advertisement
Akibat kecelakaan itu, mobil yang baru empat bulan keluar dari dealer itu rusak cukup parah. Barang bawaan berupa teping tapioka serta minyak goreng tumpah di selokan yang berada di pinggir jalan. "Mobil ini baru empat bulan keluar dari dealer. Biasanya saya mengemudikan mobil yang lain. Tadi hanya membawa tepung dan minyak goreng seberat satu ton," katanya.
Kapolsek Sentolo, Kompol Kodrat, saat dikonfirmasi menyatakan kecelakaan yang terjadi tidak menimbulkan korban jiwa. Meski demikian, kerugian materiil akibat kecelakaan itu cukup banyak. "Kami selalu mengimbau agar pengemudi mobil dan pengendara sepeda motor selalu mematuhi aturan berkendara yang ada, salah satunya batas kecepatan saat melintasi kawasan ini yakni maksimal 50 kilometer per jam," katanya.
Berdasar catatan Satlantas Polres Kulonprogo, ruas jalan nasional mulai dari Sentolo hingga perbatasan Kabupaten Kulonprogo dengan Purworejo, Jawa Tengah, merupakan salah satu jalur rawan kecelakaan alias jalur tengkorak. Khusus di ruas Sentolo atau di wilayah Dusun Gembongan, selama musim mudik Lebaran 2018 di mulai, ada empat kasus kecelakaan yang terjadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
- Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement








