Advertisement
Lebaran Usai, Harga Daging Ayam Masih Tinggi
Salah seorang pedagang ayam di Pasar Imogiri sedang melayani pembeli. Selasa (19/6/2018). - Harian Jogja/David Kurniawan
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL – Kepala Dinas Perdagangan Bantul Subiyanta Hadi mengakui harga ayam masih tinggi meski perayaan hari raya Idulfitri telah berakhir. Ia pun memiliki usulan agar pemkab bisa menjalin kerjasama dengan para peternak.
“Selama ini kemitraan banyak dengan perusahaan dan peternak tidak banyak mendapatkan keuntungan karena mayoritas lari ke pengusaha. Jadi saat tidak ada perusahaan, maka peternak tidak bisa apa-apa,” kata Subiyanta, Rabu (27/6/2018).
Advertisement
Menurut dia, ketergantungan terhadap perusahan ini harus dikurangi. Salah satu upaya yang dilakukan dengan menjalin kemitraan melalui bantuan permodalan dengan bunga ringan. Cara ini bisa membantu peternak untuk mandiri sehingga tidak bergantung pada perusahaan. “Kalau bisa mandiri maka harga bisa lebih terkendali sehingga di pasaran bisa lebih stabil,” ungkapnya.
Subiyanta menambahkan, gagasan tentang pola kemitraan model pinjaman lunak harus terlebih dahulu dikomunikasikan dengan OPD terkait dengan bupati. “Ini sebatas usulan, tapi untuk pembuatan kebijakan tetap berada di pimpinan,” tutur dia.
BACA JUGA
Disinggung mengenai potensi pendirian Badan Usaha Milik Daerah yang bergerak di bidang peternakan, Subiyanta mengaku masih sulit terwujud. Dia mencontohkan, pembuatan BUMD tentang pasar hingga saat ini masih belum dapat direalisasikan.
“Membuat BUMD itu tidak mudah karena selain regulasi juga butuh suntikan modal. Bagi saya, yang paling logis yang bisa diberikan kepada peternak adalah program kemitraan pinjaman lunak,” ungkapnya.
Menurut dia, harga daging ayam di pasaran hingga saat ini masih tinggi karena pada saat normal dijual di kisaran Rp29.000-30.000 per kilogram. “Masih di angka Rp38.000 per kilogram dan ini masih di atas harga normal,” katanya lagi.
Kepala Bidang Distribusi dan Sarana Perdagangan, Dinas Perdagangan Bantul, Yus Warseno mengatakan, untuk menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok terus melakukan pemantauan di lapangan. Selain itu, pemantauan juga berfungsi untuk mengetahui stok barang di pasaran. “Kita rutin dan pemantauan menyasar semua komoditas bahan pangan dan kebutuhan pokok penting lainnya,” kata Yus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Hujan Lebat Picu Banjir di Jakbar, 12 RT dan 4 Jalan Tergenang
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








