Advertisement
Komplotan Maling Spesialis Pembobol Brankas Dibekuk
Kapolsek Depok Timur, Kompol Novita Eka Sari (kanan) menunjukkan barang bukti uang hasil kejahatan dan tiga pelaku pembobol brankas saat jumpa pers di Polsek Depok Timur, Kamis (28/6 - 2018).Harian Jogja/Irwan A.Syambudi
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Tiga maling spesialis pembobol brankas dibekuk aparat Polsek Depok Timur. Komplotan ini beraksi lintas pulau dan sudah berhasil menggondol uang hingga ratusan juta rupiah.
Kapolsek Depok Timur, Kompol Novita Eka Sari, mengatakan tiga pelaku yang diringkus masing-masing bernama Akbar, 30; Irvan, 30; dan Burhan 28, ketiganya warga Makassar, Sulawesi Selatan. Mereka ditangkap kurang dari 24 jam setelah beraksi mencuri brankas di sebuah kompleks pertokoan di Jalan Solo, Maguwoharjo, Depok, Senin (25/6/2018) malam.
Advertisement
“Ada empat pelaku yang beraksi. Tiga orang kami tangkap di sebuah hotel di daerah Dagen, Kota Jogja, dan satu pelaku lain kabur dengan cara melompat dari lantai dua hotel saat akan kami tangkap,” katanya kepada wartawan, Kamis (28/6/2018).
Dari tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Solo, keempat pelaku beraksi menggunakan dua motor sewaan. Dalam menjalankan aksinya, mereka terlebih dahulu mencari sasaran pertokoan dan perkantoran yang kosong saat malam hari. Setelah masuk membobol pertokoan, keempat pelaku mencoba membobol brangkas di dalam toko dengan linggis dan obeng. Namun karena belum berhasil, brankas kemudian dibawa dan disembunyikan di sebuah rumah kosong di dekat lokasi kejadian untuk kemudian dicongkel lagi. Namun sebelum sempat membongkar brankas berisi uang Rp3,5 juta, cek kosong, dan satu buah kamera, mereka terlebih dahulu ditangkap polisi. Dalam penangkapan, polisi menyita sejumlah peralatan kejahatan seperti linggis, obeng, palu, gergaji, dan berbagai jenis kunci.
“Dari hasil penyelidikan, pelaku sudah empat kali beraksi di wilayah Depok, Sleman sebelum tertangkap. Pertama mereka mencuri brankas di sebuah toko ponsel di wilayah Bulaksumur dan menggondol uang Rp110 juta. Dalam aksi selanjutnya di wilayah Depok, Sleman, mereka gagal membobol brankas,” kata dia.
Selain beraksi di wilayah Depok, pelaku juga beraksi di berbagi kota. “Mereka spesialis brankas. Menurut pengakuan, mereka pernah beraksi di Surabaya dan mendapatkan uang Rp100 juta dari dalam brankas,” kata Novita.
Salah seorang pelaku, Burhan, mengaku dirinya sudah beberapa kali beraksi membobol brankas. Bersama dengan tiga orang rekannya, dia datang ke kota-kota besar. Dari Makassar mereka terbang menuju kota yang disasar, salah satunya di Sleman dengan membawa berbagai peralatan untuk mencuri seperti linggis, palu, obeng dan lainnya. “Saat diperiksa petugas di bandara saya bilang kalau alat-alat itu merupakan peralatan kerja karena kami bekerja sebagai tukang,” katanya.
Dalam beraksi, Burhan mengaku berperan mengawasi sekitar lokasi agar tidak ketahuan. Untuk membobol brankas biasanya dilakukan bersama-sama secara bergantian. “Untuk membuka brankas biasanya butuh waktu satu jam lebih,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
Advertisement
Advertisement








