Samsung Galaxy Z Fold8, Flip8, Ultra Resmi, Ini Harga dan Speknya
Samsung Galaxy Z Fold8, Flip8, dan Fold8 Ultra resmi hadir. Simak spesifikasi layar, kamera, chipset, serta harga terbarunya di Indonesia.
Pertandungan antara PSIM Jogja melawan PSS Sleman di Stadion Sultan Agung Bantul, Kamis (26/7/2018) sore / Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, JOGJA - Ratusan pelajar seusia SMA/SMK di Kota Jogja membolos tidak masuk sekolah pada Kamis (26/7/2018). Membolosnya siswa secara serentak itu diduga mereka akan menyaksikan derbi panas antara PSIM melawan PSS Sleman.
Kepala Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Kota Jogja Suhartatik menyatakan, berdasarkan pendataannya dari berbagai SMA dan SMK baik negeri maupun swasta, total ada 978 pelajar di Kota Jogja yang membolos. Pihaknya prihatin dengan tindakan tersebut karena seharusnya siswa mulai masuk kelas.
"Itu dari total 16 SMA/SMK yang kami data, tidak ada alasan mereka tidak masuk mengapa, jadi alpa. Kalau dilihat di lapangan ada SMP juga tampaknya," ungkapnya kepada Harianjogja.com, Kamis (26/7/2018).
Suhartatik menegaskan, pihaknya tidak mengetahui secara pasti alasan siswa yang tidak masuk tersebut. Namun dengan tidak masuk secara serentak itu diakuinya memang patut dipertanyakan. Termasuk kemungkinan adanya pihak yang berupaya menggerakkan mereka sehingga bisa serentak. Namun jika terbukti tidak masuk karena menonton bola, ia berharap ke depan perlu ada kebijakan tanding tanpa penonton.
"Kalau menurut saya, sepakbola prestasi juga perlu. Tetapi kalau begini jadinya, mestinya ada pemikiran tanding tanpa penonton, TV semuanya wajib menayangkan. Jadi tidak ada kesempatan massa untuk berduyun-duyun," katanya.
Terpisah Kabid Perencanaan dan Standardisasi Pendidikan Disdikpora DIY Didik Wardaya mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab siswa tidak masuk sekolah secara serentak. Namun banyak di antara mereka yang tidak masuk karena mengikuti perekaman e-KTP yang diselenggarakan Pemda DIY. Ia mengakui mendapatkan informasi, pelajar tidak masuk karena menonton bola namun perlu keterangan lebih lanjut dari siswa.
"Kalau soal sanksi itu otoritas masing-masing sekolah karena sekolah kan punya manajemen berbasis sekolah. Sanksinya mungkin masuk sekali pelanggaran dapat poin pelanggaran yang nanti diakumulasikan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Samsung Galaxy Z Fold8, Flip8, dan Fold8 Ultra resmi hadir. Simak spesifikasi layar, kamera, chipset, serta harga terbarunya di Indonesia.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.