Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Lanang, seorang petani sedang memanen cabai yang masih bisa diselamatkan akibat genangan air laut di Dusun Soge, Srigading Sanden./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL-Puluhan hektare tanaman yang sebagian besar tanaman bawang merah di pesisir pantai selatan Bantul terancam gagal panen karena terendam air laut. Pemerintah Kabupaten Bantul sudah berupaya menurunkan alat berat dan pompa air, namun genangan air tidak kunjung surut.
Tanaman yang tergenang air laut sebagian besar terjadi di wilayah Baros, Kretek, dan Srigading, Sanden. Dwi Cahyono, salah seorang petani asal Dusun Soge, Srigading, Sanden mengatakan genangan air laut terjadi sejak 31 Juli lalu. Ada sekitar 2.800 tanaman bawang merah miliknya yang terendam.
Sejatinya tanaman bawang merah itu akan dipanen dalam waktu tiga pekan ke depan dengan hasil panen perkiraan 3 ton. Jika dirupiahkan sekitar Rp40 jutaan. "Kalau tergenang seperti ini sudah tidak mungkin bisa dipanen," ucap Dwi saat ditemui di lahannya di Dusun Soge, Srigading, Sanden, Kamis (2/7/2018).
Ia sudah berupaya membuang air dengan 10 pompa air siang malam. Namun upayanya percuma karena aliran Sungai Opak tidak bisa mengalir ke laut akibat kondisi laut pasang.
Justeru air laut bercampur air sungai terus menggenangi tanamannya. Selain Dwi, banyak petani lainnya bernasib serupa, bahkan tanamannya tergenang hingga setinggi pinggang orang dewasa.
Lawan, petani asal Baros juga hanya bisa pasrah dengan kondisi tersebut. Lahan tamanan bawang seluas sekitar 300 hektare pun ia ikhlaskan. Awalnya ia masih berupaya menyedot air dengan pompa dan mengorbankan tanaman cabe merah. Namun ketinggian genangan di lahan cabe merah miliknya tidak mampu menampung air hingga meluber.
Menurut dia, hampir setiap tahun memang biasa terjadi genangan ketika air laut pasang. Namun genangan paling lama hanya sehari semalam. Saat ini diakuinya merupakan genangan terparah karena tanamannya tidak bisa terselamatkan.
"Tanaman bawang kalau sudah terkena air asin dan tidak segera disiram air bersih pasti mati. Sekarang kalau masih tergenang bagaimana mau nyiramnya," ungkap dia.
Ia menyesalkan pihak Pemerintah yang tidak bertindak mengupayakan penyelamatan tanaman pertanian yang Agustus ini seharusnya mulai panen. Menurut dia, seharusnya Pemerintah mendatangkan alat berat lebih banyak. "Jangan hanya dua backhoe," ucap Lawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Jalan Gose-Palbapang Bantul akan dilebarkan menjadi empat jalur sepanjang 1,7 km. Jalan dilengkapi median, trotoar, dan PJU untuk mendukung akses Pansela.
Alex Rins memuji keunikan Sirkuit Mandalika jelang MotoGP Indonesia 2026. Pembalap Yamaha itu juga mewaspadai cuaca panas dan ingin bangkit dari hasil buruk di
Gerindra meminta polemik ijazah Gibran dihentikan setelah putusan MK dan mengingatkan dampaknya terhadap kepastian hukum serta investasi.
Gunungkidul menjadi satu-satunya daerah di DIY dalam program pengembangan energi terbarukan. Disiapkan bibit jagung untuk 1.000 hektare dan empat pabrik.
JPU mengungkap temuan 74 kg emas dan 2,67 juta dolar AS dalam dakwaan TPPU Febrie Adriansyah di Pengadilan Tipikor Jakarta.