Advertisement

Bukan Masuk Angin, Ini Penyakit yang Mengancam di Cuaca Dingin

Ujang Hasanudin
Kamis, 09 Agustus 2018 - 07:17 WIB
Nina Atmasari
Bukan Masuk Angin, Ini Penyakit yang Mengancam di Cuaca Dingin Warga menutup sinar matahari yang menyinari muka saat matahari bersinar terik di musim kemarau. - Harian Jogja/Nina Atmasari

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Kesehatan Bantul mewaspadai dan mengantisipasi kemungkinan munculnya berbagai penyakit terkait cuaca dingin yang terjadi sejak beberapa hari terakhir. Di antaranya adalah infeksi saluran pernapasan akut atau Ispa dan alergi yang dapat menyebabkan asma dan gatal pada kulit.

"Munculnya potensi penyakit ini sudah kami sosialisasikan kepada masyarakat sebagai bentuk antisipasi dini," kata Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Maya Sintowati Panji, saat ditemui di Komplek Pemerintahan Kabupaten Bantul, Rabu (8/8/2018).

Advertisement

Maya mengaku sampai kemarin belum mendapatkan laporan adanya peningkatan pasien di puskesmas, terkait kondisi cuaca dingin. Kendati demikian pihaknya perlu mengntisipsi munculnya penykit sedini mungkin. Ia mengatakan puskesmas sebagai garda terdepan kesiapsiagan layanan kesehatan masyarakat selalu siaga setiap saat.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup sehat untuk menghindari timbulnya berbgai penyakit, dengan istirhat yang cukup, makan sayur dan buah, serta aktivitas fisik yang berkelanjutan, "Jangan lupa periksa ke layanan kesehatan sebulan sekali," kata Maya.

Kepala Puskesmas I Bantul, Suprabandari mengatakan belum ada peningkatan signifikan kunjungan pasien ke puskesmas tersebut. Jumlah kunjungan pasien pada Juli lalu tercatat sebanyak 3.216 orang. Sementara selama awal Agustus ini sebanyak 685 orang pasien. Menurutnya jumlah tersebut masih wajar karena rata-rata kunjungan dlam sebulan mencapai 3.000-an pasien.

Dari jumlah pasien yang berkunjung tersebut sebagian besar adalah karena penyakit hipertensi, flu, gangguan otot dan tulang, gangguan pencernaan atau peningkatan asam lambung, sakit gula, sakit gigi, dan sakit kepala. "Yang paling banyak adalah hipertensi," kata Supra.

Supra mengatakan meski tidak ada peningkatan kunjungan pasien saat cuaca dingin ini, pihaknya sudah mensosialisasikan kepada masyarakat melalui penyuluh di tiap desa di Bantul kota. Menurut dia, jika kondisi tubuh baik, dalam kondisi apapun bisa mencegah datangnya penyakit, melalui olahraga, minum yang cukup, dan menjaga pola hidup bersih dan sehat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Arus Tol MKTT Melonjak Tajam Akses Bandara Jadi Paling Padat

Arus Tol MKTT Melonjak Tajam Akses Bandara Jadi Paling Padat

News
| Sabtu, 04 April 2026, 21:57 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement