Politisi dan Aktivis Demokrasi Asia Kunjungi PDI Perjuangan DIY
Puluhan politisi dan aktivis demokrasi Asia mengunjungi Kantor DPD PDI Perjuangan DIY dalam rangkaian Konferensi CALD di Jogja.
Sejumlah warga, dosen Unjani Yogyakarta dan pemerintah desa Ambarketawang berfoto bersama di sela-sela pelatihan PMBA, Jumat (10/8/2018). (Foto IST / Pengabdian Masyarakat Unjani)
Harianjogja.com, SLEMAN-Sejumlah dosen Prodi Kebidanan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Yogyakarta menggelar pelatihan pemberian makan bayi dan anak (PMBA) bagi kader di Desa Ambarketawang, Gamping, Sleman, Jumat (10/8/2018). Kegiatan pengabdian masyarakat itu diharapkan membawa manfaat bagi masyarakat terutama warga yang memiliki bayi dan anak.
Dua dosen tersebut adalah Tri Sunarsih dan Elvika Fit Ari Shanti dengan dibantu sekitar 20 mahasiswa serta sejumlah alumnus Prodi Kebidanan Unjani Yogyakarta antara lain, Putri Utami Sukmawardani dan Niki Andika Wulan Sari. Kegiatan pengabdian masyarakat itu merupakan program hibah dari Kemenristekdikti.
"Pelatihan PMBA ini untuk memberi pengetahuan kader tentang pemberian makan bayi anak karena sekarang banyak stunting serta banyak makanan mengandung pengawet," terang Dosen Prodi Kebidanan Unjani Yogyakarta Tri Sunarsih kepada Harianjogja.com di sela-sela pelatihan, Jumat (10/8/2018).
Tri menambahkan, jumlah kader yang mengikuti pelatihan sebanyak 12 orang. Mereka berasal dari Desa Ambarketawang yang memiliki waktu dan bersedia menularkan ilmunya kepada warga lain setelah pelatihan. Ia berharap para peserta pelatihan bisa menerapkan ilmunya di posyandu masing-masing.
Selain PMBA, kader juga melakukan pendampingan terhadap ibu hamil dan balita yang sekiranya kekurangan gizi. Kegiatan itu merupakan sinergi antara Unjani Yogyakarta, Puskesmas Gamping I dan Pemerintah Desa Ambarketawang.
"Kader yang sudah dilatih ini diharapkan bisa alih pengetahuan kepada kader lain. Pendampingan itu one kader one client," katanya.
Elvika Fit Ari Shanti menambahkan, pihaknya juga membuat tiga produk makanan bayi sebagai pelengkap, antara lain biskuit dari daun kelor. Makanan ini bermanfaat meningkatkan imun, kesehatan mata, mencegah infeksi. Kemudian sus dari bayam dan puding dari kedelai. Produk itu sudah dikemas seperti layaknya barang yang akan dijual. Untuk biskuit dan sus dikemas dalam plastik yang sudah diberi label sedangkan puding dikemas di gelas atau cup.
Ia mengatakan makanan tersebut bisa menjadi solusi bagi anak yang susah makan sayur seperti kelor dan bayam. Sehingga di diharapkan bayi yang mengonsumsi bisa mendapatkan kandungan vitamin sayuran tersebut. Mengingat biskuit dan sus murni berasal dari sayuran tanpa menggunakan pengawet, pewarna sehingga sangat cocok untuk bayi.
"Kami mengemas dan mendesain sendiri, kebetulan produknya mengunakan nama Elti Baby, elti itu gabungan dari nama saya [Elvika] dan bu Tri [Sunarsih]. Ini murni dari sayuran, tambahannya cuma tepung, tidak ada MSG, sehingga aman untuk bayi," ujarnya
Elvika menyebut untuk proses oven makanan tersebut harus dilakukan sesuai aturan agar tidak mengurangi kandungan sayuran. Pihaknya berupaya menularkan kemampuan membuat makanan tambahan itu kepada warga Ambarketawang untuk pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.
Kepala Desa Ambarketawang, Gamping, Sleman Sumaryanto mengapresiasi kegiatan yang digelar dosen Unjani di desanya. Ia optimistis, ilmu yang ditularkan kepada warganya akan bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat di Ambarketawang.
"Sehingga ibu-ibu jadi memahami teknik membuat makanan bayi dan anak paling tepat, ini akan bermanfaat," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Puluhan politisi dan aktivis demokrasi Asia mengunjungi Kantor DPD PDI Perjuangan DIY dalam rangkaian Konferensi CALD di Jogja.
Persoalan pendidikan di Kabupaten Bantul masih cukup banyak, mulai dari kondisi fasilitas sekolah, kesejahteraan guru, hingga proses belajar mengajar
Bagayoko yakin PSS Sleman tampil lebih baik saat menghadapi Madura United pada pekan kedua BRI Super League di Stadion Maguwoharjo.
Bupati Gunungkidul meluncurkan Puslatkab sebagai persiapan atlet menghadapi Porda dan Peparda DIY di Kulonprogo tahun depan.
Herbalife dan Yayasan Cita Sehat meluncurkan program pencegahan stunting di Kedungkeris Gunungkidul yang menyasar 275 penerima manfaat.
Wacana peleburan BMKG dan Badan Geologi dinilai bisa memperkuat mitigasi bencana, tetapi regulasi dan anggaran perlu disiapkan.