Advertisement

Jelang Iduladha, Waspadai Sapi dari Kawasan TPAS Piyungan

Jalu Rahman Dewantara
Kamis, 16 Agustus 2018 - 23:17 WIB
Nina Atmasari
Jelang Iduladha, Waspadai Sapi dari Kawasan TPAS Piyungan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Piyungan di Dusun Ngablak, Sitimulyo, Piyungan, Bantul. - Harian Jogja/Desi Suryanto

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Guna menjamin hewan kurban bebas dari penyakit, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul terus lakukan pemantauan dan pengawasan ke sejumlah pasar hewan di Gunungkidul.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesmavet Bidang Peternakan, DPP, Gunungkidul Retno Widiastuti memastikan pihaknya telah memperkatat pengawasan di pasar hewan, meliputi Siyono dan Semanu.

Advertisement

"Kami juga memantau pengepul-pengepul di wilayah Wonosari, Semanu, Krangmojo, Playen. Semuanya tergolong besar," kata Retno, Selasa (14/8/2018).

Adapun DPP telah menyiapkan petugas jaga di pasar hewan. Langkah ini selain untuk mengawasi kesehatan hewan ternak juga untuk memantau aktvitas jual beli pedagang di pasar tersebut.

Selain itu DPP juga rutin memastikan ternak yang masuk ke Gunugkidul harus menjalani tes kesehatan. Hasilnya dengan membawa surat keterangan bebas penyakit. "Yang pasti kita akan lakukan pendampingan di lapangan," ujarnya.

Retno menjelaskan sejumlah penyakit yang menyerang hewan ternak untuk kurban meliputi Pink Eye. Penyakit ini bersifat epizootik dan ditandai dengan memerahnya conjunctiva dan kekeruhan mata.

Selain Pink eye, penyakit yang paling jamak diderita hewan ternak adalah penyakit cacing hati. "Seperti kasus cacing hati di Kecamatan Gedangsari ada 15 kasus tahun lalu," kata dia.

Kasus penyakit cacing hati kata Retno juga kerap ditemukan di wilayah Kecamatan Saptosari, Purwosari dan daerah pinggiran lainnya.

Dia menduga hewan ternak yang mengidap penyakit ini diperoleh dari kawasan Bantul, khususnya di sekitaran TPAS Piyungan. Pasalnya kasus cacing hati biasanya diderita ternak yang berdekatan dengan kawasan pembuangan sampah.

"Ada kemungkinan dari sana [TPAS Bantul], sebab seperti diketahui ternaknya oleh warga sekitar dilepas untuk mencari makan di sampah," kata dia.

Meski begitu dia memastikan penyakit ini masih bisa ditanggulangi dengan pemberian obat cacing secara rutin.

Sementar itu terkait dengan penyakit Anthrax, Retno memastikan hingga saat ini pihaknya belum mendapati temuan hewan ternak di Gunungkidul yang terserang penyakit tersebut. "Saat ini masih aman, sama sekali belum ditemukan penyakit tersebut [Anthrax] di sini," kata dia.

Sementara itu Kepala DPP Bambang Wisnu Broto mengklaim hingga hari ini belum ada laporan terkait hewan ternak yang berpenyakit.

Dia menjelaskan menjelang idul adha ini jumlah hewan ternak di Gunungkidul mencapau 4000 hewan. Adapun untuk harga ternak di peternak sekitar Rp20,5 hingga Rp22 juta. "Ada juga yang Rp19 juta, tergantung kualitas," kata Bambang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Korban Luka di UEA Tembus 217, WN Rusia Ikut Terdampak

Korban Luka di UEA Tembus 217, WN Rusia Ikut Terdampak

News
| Minggu, 05 April 2026, 04:27 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement