Advertisement
Bandel, Pengendara di Lempuyangan Sering Lawan Arus
Suasana lalu lintas di jembatan layang Lempuyangan, Sabtu (19/5/2018). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA- Pengendara kerap kali melawan arus di jalur satu arah Jalan Lempuyangan, Jogja. Padahal penerapan jalur satu arah dari barat ke timur di jalan itu sudah diberlakukan sejak 2016 lalu.
Kepala Bidang Angkutan Jalan Pengendalian Operasional dan Keselamatan Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Jogja Sugeng Sanyoto mengatakan untuk menekan angka pelanggaran di jalan tersebut pihaknya bersama kepolisian menertibkan kendaraan yang melanggar. "Dalam waktu satu jam setidaknya ada sembilan pengguna sepeda motor yang melawan arus. Semuanya ditilang,” katanya di sela-sela penindakan, Rabu (15/8/2018).
Advertisement
Meksipun ada rambu larangan masuk di ujung timur Jalan Lempuyangan, pelanggaran tetap dilakukan oleh pengguna sepeda motor. Mereka enggan mengambil jalur memutar ketika hendak ke Stasiun Lampuyangan. "Seharusnya, mereka mematuhi aturan dan tidak melanggar arus karena berbahaya dan membahayakan pengguna jalan lain,” kata Sugeng.
Selain menertibkan pelanggaran arus, Dishub kembali menyosialisasikan penggunaan parkir di ruas jalan tersebut. Parkir kendaraan baik untuk sepeda motor maupun mobil hanya bisa dilakukan di sisi utara jalan. "Parkir pun hanya untuk satu baris. Ada enam juru parkir yang ada di sana. Yang melanggar baru kami berikan pembinaan belum dikenai sanksi tegas,” katanya.
BACA JUGA
Selain parkir di tepi jalan, Sugeng menyarankan agar warga bisa memanfaatkan lahan parkir yang ada di dalam Stasiun Lempuyangan.
Penertiban parkir di Jogja akan terus digencarkan. Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran di antaranya kawasan Terban dan di Jalan Pasar Kembang. “Khusus di Jalan Pasar Kembang, meski penertiban parkir jalan terus tetap saja ada yang melanggar,” katanya.
Ernawati, salah seorang pelanggar yang ditilang mengaku terpaksa melawan arus lalu lintas di jalan tersebut. Alasannya jika mengambil jalan memutar, jarak tempuh bisa lebih jauh dibandingkan melawan arus. "Padahal saya cuma mau ke warung itu," ujar warga Lempuyangan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement









