Harga Sapi Impor Naik, Untungkan Peternak Tapi Ancam Populasi Nasional
Harga sapi impor naik, peternak lokal diuntungkan. Namun pakar UGM memperingatkan ancaman serius bagi populasi sapi nasional.
Personel Polda DIY mengamankan arus lalu lintas selama periode Lebaran./Istimewa -- Polda DIY
Harianjogja.com, SLEMAN—Manajemen arus mudik dan balik di wilayah DIY resmi dinobatkan sebagai yang terbaik di Pulau Jawa, Lampung, dan Bali berdasarkan evaluasi Operasi Ketupat Progo 2026. Kesuksesan ini diraih di tengah gempuran volume kendaraan masuk yang mencapai jutaan unit selama periode Lebaran yang berakhir pada 25 Maret lalu.
Data hasil analisa dan evaluasi (anev) menunjukkan bahwa sebanyak 2.438.554 kendaraan terpantau memasuki Bumi Sembada melalui 10 titik perbatasan provinsi. Jumlah tersebut terpaut cukup signifikan dibandingkan arus kendaraan yang meninggalkan wilayah DIY, yakni tercatat sebanyak 2.117.323 unit.
Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan mengatakan bahwa Operasi Ketupat Progo 2026 telah berakhir pada 25 Maret 2026. "Berdasarkan analisa dan evaluasi (anev) akhir operasi, tercatat volume kendaraan yang masuk ke wilayah DIY jauh lebih besar dibandingkan kendaraan keluar yang melalui 10 titik perbatasan provinsi," kata Ihsan pada Minggu (29/3/2026) malam.
Lonjakan arus kendaraan ini berjalan beriringan dengan membludaknya jumlah pelancong yang menghabiskan waktu libur di berbagai destinasi wisata unggulan. Tercatat ada lebih dari 1,8 juta orang yang memadati objek wisata di DIY, di mana kawasan Malioboro tetap menjadi primadona utama bagi para wisatawan.
"Tingginya angka kendaraan masuk ini selaras dengan data kunjungan wisatawan. Sebagai salah satu destinasi favorit libur Lebaran, tercatat sebanyak 1.821.437 orang memasuki kawasan wisata di DIY, dengan Kawasan Malioboro menempati posisi pertama, disusul oleh Pantai Baron dan Pantai Parangtritis," tuturnya.
Prestasi gemilang Polda DIY dibuktikan melalui survei kepuasan masyarakat yang dirilis Korlantas Polri, di mana indeks rata-rata rekayasa lalu lintas mencapai angka 90,91. Pencapaian ini menempatkan DIY di posisi teratas dari delapan Polda prioritas, melampaui standar indeks nasional yang berada di angka 85,53.
Kombes Pol Ihsan menekankan bahwa efektivitas pengaturan di lapangan merupakan buah dari sinergi kuat antara kepolisian, pemerintah daerah, dan kepatuhan masyarakat terhadap arahan petugas.
"Pencapaian ini tentunya berkat kerja keras dan kolaborasi seluruh petugas di lapangan, namun yang paling utama bagaimana rekayasa yang sudah diterapkan selama mudik dan libur lebaran dapat membantu masyarakat. Kami juga memohon maaf apabila selama pelaksanaan masih banyak terdapat kekurangan," ujarnya.
Pihak kepolisian memandang penghargaan ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan standar pelayanan keamanan dan ketertiban di masa mendatang.
"Kami akan terus melakukan evaluasi dan kolaborasi dalam pengaturan lalu lintas dan pengamanan wilayah agar DIY tetap menjadi destinasi yang ramah, tertib, dan kondusif bagi siapa saja yang berkunjung," tukasnya sembari memastikan komitmen instansi dalam menjaga kenyamanan publik dan para turis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga sapi impor naik, peternak lokal diuntungkan. Namun pakar UGM memperingatkan ancaman serius bagi populasi sapi nasional.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.