Inilah Pasar yang Bakal Jadi Pesaing Pasar Beringharjo di Jogja

Ilustrasi pasar tradisional - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
02 September 2018 19:20 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pasar Prawirotaman yang brelokasi di Jl. Parangtritis, Kelurahan Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan segera direvitalisasi. Bahkan pasar tersebut digadang-gadang bakal menyaingi Pasar Beringharjo sebagai pasar tradisional besar di Kota Jogja.

Revitalisasi Pasar Prawirotaman rencana akan dilakukan pada 2019 mendatang. Pemkot bakal mengajukan dana alokasi khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat sebesar Rp75 miliar. "Awalnya kami sempat mau mengajukan ke DAK Kementerian Perdagangan, namun alokasi di sana maksimal hanya Rp15 miliar," kata Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi, Minggu (2/9/2018).

Besarnya kebutuhan pembangunan pasar tersebut juga berdampak pada perubahan desain. Awalnya Pemkot mengajukan desain revitalisasi bangunan pasar hanya dua lantai.

Namun belakangan Pemkot mengubah desain menjadi empat lantai. “Untuk detail engineering design (DED) kami masih menunggu kepastian dana itu disetujui oleh Pemerintah Pusat,” kata dia.

Menurut Heroe, Pasar Prawirotaman direvitalisasi untuk mendukung sektor pariwisata di kawasan tersebut. Dalam perkembangannya, kawasan Prawirotaman menjadi daerah wisata yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara. Mereka banyak menginap di kawasan tersebut. "Meski nanti ada empat lantai, pasar tradisionalnya tetap di lantai dasar. Untuk lantai atasnya bisa dimanfaatkan arena kuliner maupun ruang yang bisa mendukung pariwisata," ucap dia.

Jika pasar tersebut selesai dibangun dengan empat lantai, maka status Pasar Prawirotaman akan dinaikkan menjadi pasar kelas satu. Sejauh ini pasar tradisional kelas satu selama ini baru dimiliki oleh Pasar Beringharjo. “Revitalisasi Pasar Prawirotaman bukan untuk menandingi Pasar Beringharjo, tetapi untuk menguatkan predikat kota wisata,” ucap Heroe.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jogja Maryustion Tonang sebelumnya mengatakam pasar ini direncanakan beroperasi selama 24 jam dan diharapkan menjadi destinasi alternatif sekaligus menghidupkan geliat ekonomi wilayah sisi selatan Jogja.

“Bangunan pasar nanti berbentuk vertikal untuk mendukung lebih banyak kegiatan ekonomi. Kalau saat ini, kan masih satu lantai saja. Jadi pasar juga harus bisa mendukung perkembangan pariwisata di kawasan tersebut,” katanya.