Rekomendasi AI untuk Bisnis dari ChatGPT hingga Jasper AI
Simak rekomendasi AI terbaik untuk bisnis, mulai ChatGPT, Claude, Copilot, Perplexity AI hingga Jasper AI sesuai kebutuhan kerja.
Ilustari pendafataran CPNS online./menpan.go.id
Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY sepakat untuk tidak memberikan prioritas pendaftar dengan nilai cum laude dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Sekda DIY Gatot Saptadi mengatakan Pemda DIY tidak akan memprioritaskan pendaftar cum laude DIY seperti halnya di kementerian dan lembaga. Dengan begitu DIY memang tidak memiliki formasi khusus cum laude.
Pasalnya untuk saat ini kebutuhan CPNS di DIY belum tersedia khusus bagi kalangan lulusan berstatus cum laude, kecuali untuk tim peneliti. "Jadi untuk DIY nggak ada [nggak diberikab kuota khusus cumlaude]," kata Gatot, Jumat (21/9/2018).
Pihaknya kini juga tengah menggodok bersama kabupaten/kota untuk menentukan jumlah indeks prestasi kumulatif (IPK) sebagai syarat bagi pendaftar. Penentuan IPK diharapkan sama antara kabupaten/kota se-DIY.
Penentuan IPK itu kata dia, diupayakan agar tidak menimbulkan kesan melakukan pembatasan terhadap pendaftar. Namun ada manfaat tersendiri ketika IPK diputuskan lebih tinggi, sehingga sejak awal pendaftaran sudah mulai tersaring.
Berbeda dengan IPK rendah maka pedaftar cenderung banyak sehingga seleksi yang dilakukan harus maksimal. Namun IPK tidak menentukan, karena lolos atau tidaknya ditentukan oleh tes. "Kami meminta masukan jumlah IPK setiap kabupaten kota dan akan segera kami rapatkan, akan diputuskan berapa," ujarnya.
Untuk itu, pihaknya sudah konsultasi dengan pemerintah pusat, seleksi CPNS dipastikan tidak menggunakan wawancara, cukup dengan tes tulis. Karena tes wawancara unsur subjektivitasnya tinggi. "Kami sudah diskusikan bahwa tidak usah wawancara," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak rekomendasi AI terbaik untuk bisnis, mulai ChatGPT, Claude, Copilot, Perplexity AI hingga Jasper AI sesuai kebutuhan kerja.
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.
Pemprov DIY menetapkan empat kalurahan sebagai percontohan revitalisasi Lumbung Mataraman untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 31 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan dari Yogyakarta hingga Palur.
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.