Perumda Batang Siap Pasok Air Bersih untuk KITB 2028
Perumda Sendang Kamulyan Batang menyiapkan proyek air bersih untuk mendukung KITB yang masuk Perpres 106 dengan target operasional 2028.
Ilustrasi Pramugari/Bussinesinsider
Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Perhubungan DIY bersama Organda DIY akan membuat perencanaan terkait dengan dukungan angkutan umum di kawasan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo. Kendati belum ada kejelasan bentuknya, namun Organda menyarankan angkutan bandara itu sebaiknya dengan biaya yang relatif terjangkau dengan waktu tempuh yang pendek.
Ketua DPD Organda DIY Hantoro menjelaskan pihaknya akan terus menjalin komunikasi dengan Pemda DIY terutama Dinas Perhubungan dalam mendukung angkutan umum di NYIA. Terutama agar angkutan umum menuju NYIA waktu tempuhnya relatif singkat sehingga efisiensi harga bisa dimaksimalkan. "Biar nanti harga itu bisa efisien, kalau saat ini belum efisien karena jalur menuju bandara masih bersamaan dengan jalur yang ada [sehingga waktu tempuh lama]," katanya, Selasa (25/9/2018).
Kebutuhan angkutan untuk mendukung NYIA nantinya sangat beragam, mulai dari angkutan umum dengan trayek maupun tidak dalam trayek seperti taksi dan angkutan wisata. Saat ini, lanjut dia, jumlah taksi di DIY masih di angkat 1.050 unit. Organda DIY belum dapat memprediksi kemungkinan penambahan atau pembatasan jumlahnya jika NYIA telah dioperasikan. Pihaknya akan menyesuaikan dengan jumlah penumpang pesawat yang datang di bandara tersebut.
"Sampai saai ini kami belum bisa menentukan riilnya yang dibutuhkan. Kami menunggu perencanaan penumpang yang datang dan pergi lewat bandara NYIA itu berapa, yang jelas diharapkan dalam pembukaan awal kami siap," katanya.
Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Sapta Raharja mengatakan, pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan Organda DIY dalam merencanakan angkutan pendukung NYIA. Baik angkutan umum shuttle bus di internal NYIA sendiri, maupun antar kota dari dan menuju bandara yang ke depan tentu sangat dibutuhkan.
Dishub DIY bersama Organda DIY juga telah berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura (AP) I dalam mengupayakan angkutan umum. Sehingga, kata Sigit, AP I akan bekerja sama dengan Organda DIY untuk menyiapkan transportasi. "Mungkin ke depan akan ada semacam kerjasama dalam menyiapkan misal taksinya, angkutan antarmoda atau shuttle bus. AP menghendaki kalau ada jenis usaha [transportasi] lain yang masuk harus sepengetahuan Dinas Perhubungan," ucapnya.
Sigit mengatakan salah satu bentuk angkutan yang sangat dibutuhkan adalah taksi bandara jika NYIA sudah beroperasi. Tetapi, ke depan perlu bekerja sama dengan Jawa Tengah karena memungkinkan penumpang akan banyak yang dibawa ke luar dari DIY. Kerjasama itu ke depan akan diteken antar kedua provinsi dalam mendukung angkutan umum NYIA. "Biar nanti enak ke depannya, jadi taksi atau angkutan umum plat AB bisa bawa penumpang sampai ke Jawa Tengah, sebaliknya dari Jawa Tengah bisa masuk DIY. Saya juga sudah komunikasi dengan Dishub Jateng, kalau secara informal sudah, ke depan memang perlu ada kerjasamanya," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perumda Sendang Kamulyan Batang menyiapkan proyek air bersih untuk mendukung KITB yang masuk Perpres 106 dengan target operasional 2028.
Munas NU 2026 bahas pengelolaan tambang. PBNU tetapkan aset 100% milik organisasi dan tekankan tata kelola berkelanjutan.
Sebanyak 12 tim dari 12 kota bersaing di MLSC All-Stars 2026 Kudus, ajang pembinaan sepak bola putri usia dini Indonesia.
Pemerintah targetkan 80% sampah tertangani 2029 lewat PSEL dan pemilahan dari sumber, dorong perubahan perilaku masyarakat.
Dinkes Magetan mencatat 13.000 pelajar alami gangguan mata dari 57.000 skrining 2025, sebagian besar akibat visus dan penggunaan gadget.
Menaker Yassierli respons relokasi pabrik otomotif ke Vietnam. Kemnaker pantau potensi PHK dan dorong penyelesaian bipartit.