Kerawanan Pemilu di Jogja Tertinggi Kedua se-Nasional, Polda Siapkan Pasukan
Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) DIY menjadi yang tertinggi kedua dari seluruh provinsi di Indonesia. Polda DIY pun melakukan antisipasi keamanan dengan menyiagakan pasukan.
Ilustrasi penangkapan/Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA-Polresta Jogja menangkap 25 remaja yang hendak tawuran pada Sabtu (29/9/2018) dinihari. Sejumlah senjata tajam diamankan dari tangan mereka.
Kasat Reskrim Polresta Jogja, Kompol Sutikno mengatakan para remaja ini diamankan di Jalan Cantel Baru, Muja Muju, Umbulharjo, Kota Jogja sekitar pukul 01.30 WIB. Mulanya mereka melintas mencurigakan dengan 15 kendaraan bermotor. Lantaran mencurigakan gerombolan ini diberhentikan.
"Mereka mau tawuran membawa senjata tajam. Anak di bawah umur semua, mereka masih SMP. langsung kami amankan dan dibawa ke Polresta," katanya.
Dari gerombolan tersebut diamankan barang bukti 15 motor, sembilan ponsel. Selain itu senjata yang diamankan adalah tiga buah pedang, tiga buah gear, satu buah linggis, satu pipa besi, dua tongkat, dan empat buah batu.
"Ini sekarang masih diperiksa di Polresta. Kami proses hukum bagi mereka yang membawa senjata tajam, dan membawa senjata tumpul. Karena ada juga yang hanya ikut rombongan," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) DIY menjadi yang tertinggi kedua dari seluruh provinsi di Indonesia. Polda DIY pun melakukan antisipasi keamanan dengan menyiagakan pasukan.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.