Target Pajak 11 Persen, Kemenkeu Hadapi Tantangan Global
Kemenkeu kejar target tax ratio 11 persen sesuai arahan Presiden Prabowo, namun dihadang tantangan ekonomi global.
Ilustrasi hujan lebat./Reuters
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY memprediksi musim hujan di wilayah Jogja akan dimulai pada awal November 2018. Beberapa hal mulai dari hujan yang sporadis, kerawanan longsor dan gangguan kesehatan menjadi persoalan yang harus diwaspadai.
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Mlati, Sleman, Agus Sudaryanto, mengatakan untuk wilayah Jogja, musim hujan akan dimulai pada awal November. "Di Jogja masuk awal musim hujan mulai 1 November sampai 10 November di Sleman bagian barat, kemudian Sleman bagian timur pada pertengahan November, sementara untuk Kabupaten Gunungkidul musim hujan dimulai akhir November," kata Agus saat ditemui Harian Jogja, Sabtu (6/10/2018).
Agus mengatakan pada September dan Oktober masuk pada masa pancaroba. "Sebelum masuk musim hujan, pada masa pancaroba sudah mulai ada hujan lebat yang sporadis, namun hanya terjadi di beberapa tempat saja," ujarnya.
Hujan yang sporadis diperkirakan akan mulai di pertengahan Oktober. Sementara arah pergerakan angin pada masa pancaroba tersebut yaitu dari utara ke selatan. Hujan sporadis yang turun disertai dengan angin kencang.
Agus mengatakan pada masa pancaroba yang perlu diperhatikan jika ada hujan sporadis warga diimbau jangan berteduh di bawah pohon besar. "Pohon selain rawan tersambar petir juga rawan tumbang. Pemkab diharapkan membersihkan selokan dan saluran air. Sementara untuk di lereng gunung kalau hujan deras dikhawatirkan tanah rawan longsor," katanya.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Sleman, Dulzaini, mengatakan beberapa penyakit yang menjadi perhatian saat masa pancaroba antara lain diare, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan demam berdarah dengue (DBD). Ia mengatakan dalam pencegahan DBD, Dinkes bersama masyarakat meningkatkan pemantauan jentik secara berkala serta pemberantasan sarang nyamuk.
"Kami imbau masyarakat agar menjaga kondisi tubuh, makanan bergizi, istirahat cukup dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Juga terhadap akan datangnya musim hujan, tingkatkan kebersihan lingkungan terutama barang-barang yang bisa menampung air hujan, seperti kaleng dan botol," kata Dulzaini, Sabtu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo meraih penghargaan dalam Jogja Brand and Business Awards 2026 sebagai “Kepala Daerah Inovator Pembangunan dan Ketahanan
Masa tunggu haji reguler turun menjadi rata-rata 26 tahun. Pemerintah masih mengkaji berbagai skema percepatan keberangkatan jemaah.
Ketua RT mengungkap tersangka teror bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi pernah mengirim ancaman serupa kepada warga di lingkungan tempat tinggalnya.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meraih penghargaan dalam Jogja Brand and Business Awards 2026 sebagai “Kepala Daerah Akselerator Pariwisata
Kemarau memicu krisis air di Padukuhan Kemesu, Rongkop. Warga membeli air Rp120.000 per tangki sambil menunggu pasokan PDAM membaik.