Menteri Pariwisata Apresiasi Desa Sejahtera Astra Kemiren Banyuwangi
Menpar berharap proses pendampingan tersebut dapat membawa Desa Kemiren meraih pengakuan sebagai salah satu desa wisata terbaik di dunia.
Ilustrasi sedekah laut. /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, JOGJA- Budayawan Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Heddy Shri Ahimsa Putra menilai sedekah laut termasuk salah satu tradisi dan budaya yang hidup di masyarakat. Tradisi tersebut seharusnya dijaga karena tidak ada yang salah dan tidak ditafsirkan sebagai kesyirikan.
Pernyataan itu merespons aksi persekusi perusakan properti acara sedekah laut oleh gerombolan bercadar di Pantai Baru, Poncosari, Srandakan, Bantul pada Jumat (12/10/2018) malam.
Sedekah laut, kata dia, sama saja dengan sedekah bumi dan bersih desa yang masih digelar di Jawa, khususnya DIY. Menurut dia, tradisi sedekah laut dalam pandangan Antropologi dan Kebudayaan merupakan sebuah upaya membangun relasi, upaya membangun komunikasi sebuah kelompok dengan pihak lain. "Pihak lain itu bisa supranatural. Tapi intinya upaya membangun komunikasi," kata, saat dihubungi, Sabtu (13/10/2018).
Namun tradisi tersebut menjadi berbeda jika ditafsirkan sebagai sesuai penyembahan, "Tradidi itu adalah proses komunikasi dengan dunia yang lain apa salahnya. Komunikasi tak harus diakitkan menyembah," kata dia.
Heddy menambahkan bagi orang yang bisa melihat dunia lain membutuhkan sarana komunikasi untuk membangun relasi. Tradisi sedekah laut adalah upaya membangun relasi dengan dunia lain yang ada di laut.
Ia mencontohkan dalam kehidupan nyata ketika seseorang diganggu preman, kemudian orang itu berusaha memberikan sesuatu kepada preman supaya tidak mengganggu. Menurutnya tidak ada persoalan. Sama halnya dengan sedekah laut sebuah tradisi membangun relasi dengan pihak lain, "Yang melarang di mata saya sok pintar dan sok tahu," ungkap Heddy.
Pelarangan tradisi sedekah laut ini dilakukan segerombolan orang bercadar di Pantai Baru, Poncosari, Srandakan. Warga yang sudah bersiap-siap menggelar sedekah laut pada Sabtu (13/10/2018) pagi. Namun Jumat (12/10) tengah malam sejumlah properti dirusak orang. Warga setempat yang sebagian besar nelayan pun akhirnya hanya menggelar pentas seni reog dan gagal melarung sesajen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menpar berharap proses pendampingan tersebut dapat membawa Desa Kemiren meraih pengakuan sebagai salah satu desa wisata terbaik di dunia.
Prabowo mengakui pelaksanaan MBG masih memiliki banyak kekurangan. Sebanyak 353 orang dipecat dan BGN menguji CCTV berbasis AI.
Dino Patti Djalal membantah hoaks bertamu ke rumah Dubes Singapura bersama Saiful Mujani dan menilai kabar itu sebagai upaya menggiring opini.
Arema FC menang 4-0 atas Dewa United di Stadion Kanjuruhan. Careca mencetak dua gol, disusul Samuel Otusanya dan Juliam Guevara.
Anggota VI BPK Fathan Subchi meninggal dunia pada usia 56 tahun saat menjalankan tugas pemeriksaan di Moskow, Rusia, Minggu (25/10/2026).
Warga Cawan menghentikan penambangan pasir dan batu dengan alat berat di bantaran Sungai Progo karena mengancam konservasi dan wisata Mbudho Island