Biaya Rokok Warga Kulonprogo Setara Biaya Pembangunan Jalan Pemerintah

Ilustrasi rupiah - Reuters
25 Oktober 2018 06:17 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO -Besaran pengeluaran warga Kulonprogo untuk komoditas pulsa dan rokok, nyaris menyamai biaya infrastruktur.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengungkapkan, untuk pengeluaran pulsa yang sebelumnya hanya Rp46 miliar pada 2013, diketahui tembus Rp74 miliar pada 2017. Menurut dia, melihat kondisi tersebut, maka perlu dipikirkan penerapan Bela dan Beli Kulonprogo, yaitu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan BUMDaerah membuat tower [komunikasi] lokal dan bisa menjual pulsa sendiri. Sehingga, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kulonprogo bisa mendukung program bela dan beli pulsa sendiri bagi daerah.

"Sebagai langkah untuk membangun ekonomi yang mandiri. Selain itu, penting bagi masyarakat untuk menerapkan gerakan hidup sederhana dan hemat," kata dia, Rabu (24/10/2018).

Disinggung perihal skala prioritas lokasi pembangunan tower lokal ini, ia menyatakan pihaknya masih melakukan kajian. Hanya saja secara umum, baik wilayah-wilayah blank spot maupun produktif, perlu sama-sama difasilitasi tower lokal.

"Mohon doanya, semoga bisa didukung menteri Kominfo," kata dia.

Sementara itu, Hasto menambahkan, tak kalah memprihatinkan, pada 2017, biaya pengeluaran rokok mencapai sekitar Rp96 miliar.

"Jadi biaya mengaspal jalan kabupaten dan desa, kalah dengan biaya merokok. Begitu juga biaya berobat kalah dengan biaya beli rokok," ujarnya.

Kepala Seksi Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kulonprogo, Heri Widada menuturkan, apa yang disampaikan Bupati bukan mustahil untuk diwujudkan, apalagi bila tujuannya untuk membangun kemandirian daerah serta perwujudan Bela dan Beli Kulonprogo. Kendati demikian, perlu ada kajian lebih mendalam terlebih dahulu.

"Apakah peralatannya sudah ada, kemudian dari sumber daya manusia yang mumpuni bagaimana sudah ada atau belum. Kalau sudah ada, bukan mustahil terwujud," ucapnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPU PKP) Kulonprogo, Gusdi Hartono mengungkapkan, total keseluruhan anggaran yang dimiliki DPU PKP Kulonprogo untuk pembangunan infrastruktur baik jalan maupun fisik bangunan, diperkirakan sebesar Rp165 miliar. Dari angka tersebut, jumlah anggaran untuk jalan sekitar Rp96 miliar.