Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Ilustrasi batik./Bisnis Indonesia-Rachman
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kulonprogo mengembangkan aplikasi pendataan digital usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Bumi Binangun. Hal tersebut merupakan langkah menyukseskan program smart industri.
Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Kulonprogo, Dewantoro, menjelaskan aplikasi tersebut nantinya bisa menganalisis potensi dan perkembangan UMKM dari tahun ke tahun. Selain itu UMKM yang telah terdata bisa dimonitor untuk dibina serta diberdayakan.
"Dengan adanya hasil analisis melaui aplikasi maka kami akan tahu permasalahan apa yang dihadapi UMKM, kemudian bersama-sama dicarikan solusi," ucap Dewantoro kepada Harian Jogja, Kamis (25/10/2018).
Hasil analisis pendataan dari aplikasi tersebut bisa digunakan Disperindag untuk mempromosikan UMKM yang telah terdata demi memikat investor. "Kami paparkan ke calon investor jika di Kulonprogo ini ada beragam UMKM yang berpotensi, diharapkan dengan cara itu mereka [investor] bisa berminat," ujarnya.
Kepala Seksi Industri Logam Kimia dan Aneka Disperindag Kulonprogo, Ade Wahyudiyanto, mengatakan saat ini aplikasi tersebut masih dalam tahap uji coba, sehingga baru beberapa UMKM yang didata.
Saat ini aplikasi tersebut masih berbentuk google.doc yang dapat diakes melalui bit.ly/potensilka2018 secara online yang bisa dilakukan melalui perangkat elektronik, namun tidak menutup kemungkinan dikembangkan lebih kompleks sehingga mampu mendata secara keseluruhan UMKM yang ada.
Dijelaskan Ade, keberadaan aplikasi ini tidak lepas dari upaya jawatannya untuk menyukseskan program smart industri yang merupakan bagian dari smart ekonomi. Hal tersebut juga merupakan bagian dari program smart city yang digencarkan Pemkab Kulonprogo. Langkah tersebut juga menjadi upaya melancarkan peta jalan strategi Indonesia dalam implementasi memasuki Era Industri 4.0 untuk mencapai 10 besar ekonomi terkuat dunia pada 2030.
Ade menyatakan keberadaan aplikasi ini diharap menjadi solusi untuk berinovasi dalam pengembangan industri kecil menengah berbasis informasi digital, karena jika tidak Kulonprogo akan tertinggal oleh daerah lain yang lebih siap.
Dia menekankan pelaku usaha dan konsumen harus dapat menguasai teknologi agar dapat mengakses berbagai informasi terkait inovasi yang berkembang dalam pengembangan UMKM. Sebab untuk saat ini kapasitas pelaku usaha industri masih perlu dioptimalkan agar dapat bersaing dan menguasai teknologi tersebut yang terus bergerak. Untuk itu perlu dilakukan sebuah perubahan mindset dan paradigma pendataan dari pendataan secara manual beralih ke pendataan digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Cuaca Jogja hari ini diprakirakan hujan ringan di Sleman dan Kota Jogja, sedangkan Bantul dan Gunungkidul berpotensi udara kabur.
KPK memeriksa pejabat Bea Cukai dan pengusaha terkait dugaan aliran uang korupsi serta pengembangan kasus suap impor barang di Kemenkeu.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.