Mengklaim Netral di Pilpres, Bupati Bantul Dihadiahi Kue oleh Relawan Jokowi

Bupati Bantul Suharsono. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
27 Oktober 2018 10:50 WIB Rahmat Jiwandono Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Gerakan relawan Jokowi Jogja Cakra 19 memberikan sejumlah kue tradisional atau apeman ke Bupati Bantul Suharsono, sebagai bentuk apresiasi kepada kepala daerah yang telah menyatakan bersikap netral pada Pilpres 2019.

Apem dalam bahasa jawa mempunyai makna atur panuwun kagem atau ucapan terima kasih kepada.

Relawan Jokowi membawa makanan khas dari empat kabupaten dan satu kota di DIY. Makanan tradisional khas tersebut berupa tiwul dari Gunungkidul, geblek dari Kulonprogo, salak pondoh dari Sleman, geplak dari Bantul, dan bakpia dari Jogja.

Koordinator Apem Bantul, Agus Sunandar mengatakan apa yang dilakukan oleh Bupati Bantul merupakan tindakan yang patut dicontoh."Sikap netralnya dapat ditiru oleh kepala daerah lain meski berasal dari partai oposisi," kata dia, Jumat (26/10/2018).

Kedatangan relawan Jokowi di Pendopo Parasamya kompleks Kantor Bupati Bantul diterima oleh Helmi Jamharis selaku asisten Pemerintahan Kabupaten Bantul.

Helmi mengucapkan terima kasih atas apresiasi atas kebijakan bupati dari Relawan Jokowi Cakra 19.

"Bupati Bantul posisinya sebagai bupati dan Ketua Partai Gerindra, akan tetapi ia tetap melaksanakan arahan-arahan dari Presiden," jelas Helmi Jamharis.

Pekan lalu Bupati Bantul Suharsono mengeluarkan pernyataan cukup kontroversial.
Meski dirinya kader Partai Gerindra namun ia mengaku tetap akan loyal mendukung kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan menolak ikut-ikutan menyuarakan #2019GantiPresiden.

Suharsono beralasan ibarat prajurit dirinya harus tunduk kepada pimpinan dalam hal ini Presiden. Suharsono memilih netral untuk menjaga kondusifitas masyarakat Bantul memasuki tahun politik.