Waduh, Ratusan Komputer Tes CPNS Kemenkumham DIY Tak Bisa Dioperasikan

Tarsono, Plt Kepala Kanwil Kemenkumham DIY. - Harian Jogja/Sunartono
28 Oktober 2018 10:11 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk pendaftar di Kanwil Kemenkumham DIY yang menggunakan computer asisted test (CAT) juga mengalami kendala. Persoalan itu ditemukan pada pelaksanaan tes yang digelar di SMA Muhammadiyah 7 Kota Jogja.

Plt Kepala Kanwil Kemenkumham DIY Tarsono mengatakan, pelaksanaan tes CPNS pendaftar Kanwil Kemenkumham DIY dilaksanakan di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional I DIY dan SMA Muhammadiyah 7 Jogja. Di SMA Muhammadiyah 7 memang telah tersedia 430 komputer, tetapi sayangnya yang bisa digunakan hanya 202 komputer. Sedangkan pelaksanaan di BKN dilaksanakan di dua ruangan terdiri atas 90 unit komputer dan 100 unit komputer berjalan lancar.

"Persoalannya pelaksanaan di SMA Muhammadiyah 7, dari 435 komputer, yang bisa on digunakan hanya 202, sisanya saya tidak tahu bagaimana, itu kewenangan BKN," terangnya di sela-sela pelaksanaan Jalan Sehat Peringatan Hari Dharma Karya Dhika di Kantor Kanwil Kemenkumham DIY, Minggu (28/10/2018).

Ia mengatakan terkait kendala itu, panitia berupaya tetap memaksimalkan peralatan yang ada dengan menambah sesi ujian. Akantetapi dengan pertimbangan pukul 22.00 WIB diusahakan ujian bisa selesai, kemudian sisanya peserta yang belum bisa tercakup pada ujian sebelum jam 22.00 WIB diundur pada Minggu (28/10) hari ini dan Senin (29/10).

"Sekarang ini masih berlangsung," katanya.

Ia mengatakan panitia sebenarnya siap saja ketika harus dipaksakan selesai dalam sehari dengan melaksanakan ujian sampai dini hari. Namun, ia menilai tidak lazim jika ujian dilakukan dini hari, akhirnya diputuskan untuk diundur selama dua hari.

"Kalau kami siap saja, tetapi kan itu tidak lazim tes dinihari," ujarnya.

Tarsono mengatakan pihaknya membuka 18 formasi CPNS terdiri dari S1 dibutuhkan dua orang, D3 dibutuhkan satu orang dan SMA dibutuhkan 15 orang untuk penjaga tahanan. Pelamar yang lolos seleksi administrasi untuk SLTA sebanyak 3.222 pendaftar, S1 sebanyak 2.440 pendaftar. Tetapi untuk S1 proses seleksi dilakukan secara nasional per kualifikasi jabatan.