Asap Karhutla Ganggu Bandara Supadio, 73 Jadwal Penerbangan Terdampak
Asap karhutla membuat jarak pandang di Bandara Supadio hanya 300 meter. Sebanyak 73 penerbangan terdampak penundaan dan perubahan jadwal.
Ilustrasi hujan/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA-Intensitas curah hujan pada musim hujan yang diperkirakan terjadi pada November 2018 lebih rendah di bawah rata-rata normal. Hal itu diungkapkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta.
"Nanti yang berubah intensitas curah hujannya. Lebih rendah dari musim hujan normal," kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Mlati, Agus Sudaryatno di Jogja, Minggu (28/10/2018).
Menurut Agus, curah hujan pada musim hujan mendatang lebih rendah dibandingkan rata-rata siklus normal. Hal itu, kata dia, dipengaruhi masih adanya El Nino lemah.
"Musim hujan nanti tidak deras seperti biasanya. Hujan tidak sampai menyebabkan banjir," kata Agus.
Ia mengatakan musim hujan di DIY akan tetap dimulai pada November 2018. Awal musim hujan ditandai dengan tingkat curah hujan yang mencapai 150 milimeter per bulan.
"Puncaknya nanti pada Januari-Februari," kata dia.
Agus mengatakan awal musim hujan tidak mengalami kemunduran atau tetap diperkirakan terjadi pada November.
Pada dasarian (10 hari) pertama November, musim hujan terjadi paling awal di Sleman bagian utara, dilanjutkan Sleman bagian barat, Kulonprogo bagian utara dan Kulonprogo bagian barat. Sedangkan paling akhir terjadi pada dasarian ketiga November yang meliputi Gunungkidul bagian selatan, dan Bantul bagian timur.
Meski demikian, Agus mengingatkan masyarakat DIY tetap mewaspadai potensi cuaca ekstrem menjelang pancaroba di daerah itu.
"Cuaca ekstrem yang memicu angin kencang serta hujan lebat tetap perlu diantisipasi saat pancaroba," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Asap karhutla membuat jarak pandang di Bandara Supadio hanya 300 meter. Sebanyak 73 penerbangan terdampak penundaan dan perubahan jadwal.
Pergantian Menkeu dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara dinilai membuat pasar tetap stabil karena memberi kepastian fiskal.
Gunungkidul mendapat tambahan anggaran untuk 5.100 tangki air bersih. Bantuan disalurkan hingga November karena krisis air masih terjadi.
Suahasil Nazara resmi jadi Menkeu. Pergantian ini dinilai positif, tetapi rupiah dan pasar obligasi berpotensi volatil dalam jangka pendek.
Saleh Husin berharap Menkeu Suahasil Nazara mengedepankan kebijakan fiskal pro-growth dan mendengar kebutuhan dunia usaha serta industri.
Banggar DPR menyebut anggaran kebencanaan naik menjadi Rp1,1 triliun dari Rp494 miliar. Dana siap pakai bencana juga disiapkan Rp5 triliun.