Bukan Mahasiswa UNY, Ini Penjelasan RSUP Dr Sardjito tentang Warga Jepang yang Dirawat di Ruang Isolasi
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Acara Rakor Pemberdayaan Dimas Diajeng dengan Acara Workshop Peningkatan Pemasaran Produk Wisata yang digelar di Pendopo Desa Canden, Jetis, Sabtu (27/10/2018).Harian Jogja-Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul berusaha mengembangkan usaha minuman jamu gendong di Dusun Kiringan, Desa Canden, Jetis menjadi produk wisata. Pemerintah mendorong Desa Canden sebagai desa wisata.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan potensi jamu gendong di Dusun Kiringan akan digarap serius oleh pemerintah dan akan dipromosikan ke hotel-hotel di Jogja. Jamu gendong bisa menjadi produk wisata dari Desa Canden.
“Jamu gendong ini bisa dijadikan sebagai welcome drink di hotel-hotel,” kata Kwintarto Heru Prabowo, Sabtu (27/10/2018) .
Dikatakannya, guna mewujudkan program tersebut, Pemkab Bantul mengundang sejumlah lembaga seperti pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk memberikan masukan bagaimana mempromosikan produk jamu gendong khas warga Dusun Kiringan tersebut.
Sejumlah lembaga tersebut dipertemukan dalam Rakor Pemberdayaan Dimas Diajeng dengan Acara Workshop Peningkatan Pemasaran Produk Wisata yang digelar di Pendopo Desa Canden, Jetis pada Sabtu.
Wijanarko, perwakilan dari pengurus PHRI yang datang ke Canden diminta memberikan materi terkait dengan pemasaran produk dan kemitraan jamu gendong.
"Kami akan mengajarkan bagaimana meningkatkan kualitas dan branding di Desa Canden ini," ujar Wijanarko.
Etty Dwi Riswanti, perwakilan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, mengatakan ada standar kelayakan yang harus dilewati agar jamu bisa dinyatakan aman untuk dikonsumsi. Apalagi jamu gendong Dusun Kiringan akan dipasarkan ke hotel-hotel.
"Aspek-aspek standar yang harus diperhatikan seperti lokasi, bahan, sumber bahan baku, standar kebersihan karyawan, peralatan produksi jamu, dan kebersihan tempat produksi," jelas Etty Dwi Riswanti.
Dalam acara yang mempertemukan Dispar Bantul, PHRI dan Dinkes tersebut, pemerintah desa setempat mengundang sekitar 50 orang muda-mudi desa untuk belajar meningkatkan produk wisata yang ada di desanya. Hal tersebut sebagai salah satu langkah mewujudkan Canden sebagai salah satu desa wisata di Bantul.
Kepala Desa Canden, Subagyohadi mengatakan selama ini, minimnya animo warga untuk diajak bekerja sama menjadi kendala terwujudnya desa wisata di wilayahnya.
“Kalau semua warga sudah setuju, program Desa Wisata Canden bisa berjalan," kata Subagyohadi.
Padahal kata dia, selain jamu gendong ada potensi wisata lain di desa ini yang bisa digali untuk mewujudkan desa wisata. Misalnya potensi wisata air. Desa Canden bahkan pernah menerima bantuan perahu naga dari Dinas Pariwisata Bantul untuk mengembangkan wisata air. Sayang, perahu naga itu rusak karena dipinjamkan ke salah satu pihak.
Selain jamu gendong dan wisata air, ada pula potensi seni budaya. Ada 33 kelompok seni budaya di Pedukuhan Tralas. Potensi tersebut dapat memperkaya produk desa wisata di Canden.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Kemnaker membuka pendaftaran bantuan TKM Pemula 2026 hingga 17 Mei untuk calon wirausaha mandiri.
Volkswagen menunda peluncuran Golf EV hingga akhir dekade sambil fokus mengembangkan lini mobil listrik seri ID.
Maverick Viñales kembali tampil di MotoGP Catalunya 2026 setelah absen tiga seri akibat operasi bahu.
Tips traveling aman saat gelombang panas agar terhindar dari dehidrasi, heatstroke, dan kelelahan selama liburan.
Oscar Piastri diingatkan agar tidak terburu-buru meninggalkan McLaren meski masuk radar Red Bull Racing.