Advertisement
28 Anak Dipenjara di DIY, Kebanyakan Terjerat Kekerasan Jalanan
llustrasi penjara. - Harian Jogja
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA - Sebagian besar kasus pidana yang melibatkan anak di DIY diselesaikan melalui diversi. Jumlah anak sebagai pelaku yang dipenjara di DIY hanya sekitar 28 anak yang sebagian besar pelaku kekerasan jalanan dan residivis pencurian.
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham DIY Tedja Sukmana mengatakan, sejak awal menangani kasus anak, pihaknya selalu memberikan pendampingan penuh melalui Balai Pemasyarakatan (Bapas). Pendampingan itu dilakukan agar selama menjalani proses hukum, anak tetap mendapatkan haknya sesuai aturan perundangan.
Advertisement
"Sehingga tidak ada anak yang ditahan karena diselesaikan di tingkat penyidikan, penuntutan maupun persidangan, melalui proses diversi. Karena memang amanat undang-undangnya [UU No.11/2012] seperti itu," terangnya belum lama ini.
Namun, ia tidak menampik masih ada anak yang dengan terpaksa harus dijebloskan ke penjara. Antara lain berkaitan dengan kekerasan jalanan atau klithih yang mengakibatkan hilangnya nyawa korban serta residivis pencurian. Kemudian keterlibatan anak dalam kasus pengeroyokan suporter dan sejenis.
BACA JUGA
Kasus anak yang ancamannya penjara di atas tujuh tahun tidak bisa dilakukan diversi sehingga anak harus menjalani hukuman di lapas khusus anak atau dikenal dengan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) di Wonosari, Gunungkidul. Jumlah anak yang menjalani hukuman di LPKA hingga saat ini berjumlah 28 anak.
"LPKA juga saat ini sedang dalam proses dibangun, jadi kami perlakukan mereka sesuai amanat perundangan. Rata-rata yang sampai di LPKA ini kasusnya berat-berat, seperti geng motor [klithih], suporter dan residivis berkali-kali mencuri," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Hari Terakhir Pendaftaran! Cek Link Rekrutmen TPM P3TGAI 2026 Kemen PU
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement








