Aksi Aku Tampang Gunungkidul, Wujud Solidaritas pada Boyolali

Herlambang Jati Kusumo
Herlambang Jati Kusumo Kamis, 08 November 2018 13:17 WIB
Aksi Aku Tampang Gunungkidul, Wujud Solidaritas pada Boyolali

Aksi Aku Tampang Gunungkidul, di sekitaran alun-alun Wonosari, Gunungkidul, Kamis (8/11/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sejumlah masyarakat Gunungkidul, menggelar aksi Aku Tampang Gunungkidul, di sekitaran alun-alun Wonosari, Kamis (8/11/2018). Aksi tersebut sebagai wujud solidaritas membela masyarakat Boyolali, yang dinilai mendapat diskriminasi oleh salah satu Calon Presiden beberapa waktu yang lalu.

Koordinator aksi Ervan Bambang Darmanto mengatakan Isu SARA saat ini sangat gencar dihembuskan menjelang Pemilu 2019. Menurutnya hal tersebut sangat membahayakan bagi keutuhan bangsa dan negara.

“Isu SARA sangat gencar kami melihat, kami turun ke jalan memberi dukungan untuk warga Boyolali. Jangan sampai dihembuskan lagi isu-isu semacam itu, untuk kepentingan politik tertentu,” ujar Ervan kepada awak media, Kamis (8/11/2018).

Aksi Aku Tampang Gunungkidul, di sekitaran alun-alun Wonosari, Gunungkidul, Kamis (8/11/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo

Ia mengklaim aksi damai ini murni dari hati nurani rakyat, dan tidak ada kepentingan-kepentingan politik tertentu. Dalam aksi damai itu juga dilakukan teatrikal beberapa orang yang mengecat tubuh mereka dengan berbagai warna, yang menggambarkan keberagaman.

Ervan mengharapkan Pemilu 2019 yang damai juga dapat terselenggara di Kabupaten Gunungkidul nanti. Tidak ada isu SARA maupun tindakan diskriminasi lainnya.

Aksi Aku Tampang Gunungkidul, di sekitaran alun-alun Wonosari, Gunungkidul, Kamis (8/11/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online