Ngayogjazz Digelar di Bantul, Ini Dia Lokasi dan Waktunya

Suasana saat jumpa pers acara Ngayogjazz 2018, Kamis (15/11/2018). - Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
15 November 2018 19:20 WIB Salsabila Annisa Azmi Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Setelah enam tahun digelar di sejumlah desa di Sleman, pergelaran konser musik jaz Ngayogjazz tahun ini dikembalikan ke tanah kelahirannya, yakni Bantul. Dengan mengambil tema Negara Mawa Tata, Jazz Mawa Cara, pesta para musikus jaz nasional dan internasional itu akan dihelat di Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Bantul, Sabtu (17/11/2018).

Ketua Penyelenggara Ngayogjazz 2018 Novindra Diratara mengatakan sejumlah musikus internasional akan hadir. Di antaranya adalah Ozma Quintet (Perancis), Kika Sprangers Quintet (Belanda), dan Rodrigo Parejo Quartet (Spanyol). Sedangkan musikus nasional yang akan hadir di antaranya adalah Idang Rasjidi dan Tompi.

Vindra, sapaan akrabnya mengatakan, penyelenggaraan Ngayogjazz tahun ini tak jauh beda dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni mengusung spirit pengembangan desa. "Ini tidak hanya sekedar bicara musik, tapi menjadikan seluruh masyarakat desa terlibat sebagai mitra. Ngayogjazz bertujuan menciptakan gotong royong merangkul warga desa dan membumikan jaz yang terkesan glamor," kata Vindra saat jumpa pers di Hotel Inside by Melia, Sleman, Kamis (15/11).

Ngayogjazz 2018 akan digelar mulai pukul 10.00 WIB hingga 23.30 WIB. Selain menampilkan enam buah panggung, Ngayogjazz 2018 akan menampilkan Reriungan Jazz atau lokakarya musik, jam session, pentas kesenian tradisional Desa Gilangharjo, Pasar Jaz, kolaborasi artistik Froghouse dan Situ(s)eni dan juga Lumbung Buku alias program donasi buku.

Kepala Desa Gilangharjo, Pardiyono, mengaku lalu lintas di sekitar venue sudah dipersiapkan untuk menghindari kemacetan. Begitu pula dengan area parkir juga sudah disiapkan warga di pinggir jalan utara menuju SD Bantulan, Lapangan Sepak Bola Jodog dan Pasar Jodog. “Lokasi akan dekat dengan Kantor Desa Gilangharjo. Jalan Samas Km. 2 nanti akan diarahkan warga ke kanan, pengunjung akan bertemu balai desa dan parkir di sekitar situ," kata Pardiyono.

Eksotisme Gilangharjo akan dipersiapkan untuk menyambut penonton Ngayogjazz 2018. Misalnya kuliner dan suvenir khas Desa Budaya Gilangharjo. Harapannya dengan penyelenggaraan Ngayogjazz 2018 pengembangan Desa Budaya Gilangharjo bisa menjadi lebih pesat.