Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Ilustrasi./Reuters
Harianjogja.com, KULONPROGO-Sebuah rumah milik, Pujo Wiyono, 73, warga Dusun Ringin Ardi, Desa Karangsari, Kecamatan Pengasih ludes dilalap api pada Sabtu (17/11/2018) sore. Kerugian mencapai puluhan juta rupiah.
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kulon Progo, Tugianto, mengatakan kebakaran ini terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Namun baru diketahui beberapa saat setelah api membesar.
Kontstruksi rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat api cepat menjalar. Walhasil proses pemadaman baru selesai sekitar pukul 18.30 WIB.
"Api menjalar dengan cepat karena hampir seluruh konstruksi rumah dari kayu. Pemadaman kita dibantu oleh kepolisian, sejumlah relawan dan warga," pungkas dia," ucap Tugiyanto, Minggu (18/11/2018).
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena saat kejadian rumah tengah kosong ditinggal pemiliknya. Namun kerugian akibat kebakaran ini mencapai Rp30 juta mengingat rumah beserta isinya ludes terbakar.
Menyoal penyebab kebakaran, Tugiyanto menduga lantaran korsleting listrik di rumah tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.