Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Deretan lapak milik sejumlah pedagang di Taman Denggung, Dusun Denggung, Desa Tridadi, Sleman, seperti terlihat Jumat (23/11/2018)./Harian Jogja-fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebelum dimulai penataan pada 2019, pedagang di Taman Denggung, Dusun Denggung, Desa Tridadi, Kecamatan Sleman, diminta mengatur jadwal berjualan dan membereskan lapak setelah berjualan. Hal tersebut dilakukan agar lapak bisa lebih tertata.
Pedagang di Taman Denggung, Erna Redya Wati, mengaku pada November ini para pedagang sudah menerima sosialisasi dari Pemkab Sleman terkait dengan upaya penataan. "Pemerintah meminta kami mulai mengatur jadwal berjualan," kata Erna saat ditemui Harian Jogja, Jumat (23/11/2018).
Erna mengatakan sosialisasi yang disampaikan terkait dengan rencana penataan Taman Denggung yang bakal dimulai pada 2019. "Pada Desember mendatang jadwal berjualan dibagi menjadi tiga shift, mulai pagi pukul 08.00 WIB sampai sore, kemudian dari sore sampai pukul 02.00 WIB dan terakhir dari 02.00 WIB sampai 08.00 WIB," ujar Erna.
Erna mengaku bisa menerima jadwal tersebut, namun apabila tidak ada pengawasan, menurutnya pembagian jadwal tidak bakal efektif. Wanita yang sudah berjualan selama tiga tahun di Taman Denggung itu mengatakan pada Desember bakal ada pasar malam di Denggung yang membuat penataan semakin sulit.
Saat ini di Taman Denggung terdapat 72 orang pedagang. Menurut Erna, Pemkab Sleman tidak mengizinkan pedagang baru masuk berjualan di Taman Denggung. Pemkab Sleman juga memberikan prioritas utama kepada pedagang yang ber-KTP Sleman. Sayangnya, hanya sebagian kecil pedagang yang mengantongi KTP Sleman. "Dari 50 pedagang yang ikut sosialisasi, hanya 15 orang yang ber-KTP Sleman," ucap Erna.
Ketua Paguyuban Taman Denggung, Tri Maryadi, mengatakan jajarannya meminta kepada Pemkab Sleman agar menunda penataan jadwal jualan tersebut sampai awal tahun. Namun sampai saat ini paguyuban belum menerima persetujuan. Terkait dengan sosialisasi rencana penataan yang bakal dimulai 2019, paguyuban menyambut baik rencana tersebut. "Penataan membuat status pedagang di sini lebih kuat," ujarnya.
Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Suyono, mengatakan yang membuat Taman Denggung tidak tertata dengan baik salah satunya karena pedagang berjualan dan membuka lapaknya selama 24 jam. Pemkab, menurut Suyono, mengupayakan agar pedagang setelah berjualan sesuai jadwal, membereskan lapaknya seusai berjualan. "Anggaran penataan Taman Denggung sudah disiapkan dan dimulai 2019. Detail Engineering Design [DED] yang disusun Dinas Lingkungan Hidup Sleman selesai tahun ini," kata Suyono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nadeo Argawinata menegaskan Timnas Indonesia menargetkan gelar juara ASEAN Hyundai Cup 2026 untuk mengakhiri penantian 30 tahun.
Kaesang Pangarep menyatakan siap maju sebagai caleg DPR di Dapil V Jawa Tengah pada Pemilu 2029. PSI menyiapkan konsolidasi hingga tingkat RT.
Tiga kandang ayam di Kedawung, Sragen, terbakar selama 4,5 jam. Sebanyak 54.000 ekor ayam mati, satu penjaga terluka, kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah.
Harga pangan nasional hari ini, telur ayam ras Rp29.600 per kg, bawang merah Rp42.150 per kg, dan cabai rawit merah Rp54.400 per kg.
Menpar Widiyanti menargetkan Geopark Ijen mempertahankan predikat green card UNESCO melalui penguatan pengelolaan dan revalidasi pada Agustus 2026.