Merapi Luncurkan Lava, Warga Jangan Panik dan Jangan Percaya Hoaks

Foto kubah lava baru Merapi - Ist/BPPTKG
26 November 2018 23:50 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Gunung Merapi kembali menunjukan peningkatan aktivitasnya, pada Jumat (23/11/2018) lalu, berupa terjadinya guguran lava sebanyak empat kali yang mengarah ke bukaan kawah di hulu Kali Gendol.

Kendati demikian, Deputi Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Wisnu Widjaja mengimbau kepada masyarakat jangan percaya isu-isu hoaks tentang Merapi.

"Merapi memang rutin beraktivitas, untuk itu, selalu dengarkan informasi dari lembaga resmi yaitu Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kegunungapian dan Geologi [BPPTKG] Yogyakarta," katanya pada Koordinasi Forum Pengurangan Risiko bencana, Senin (26/11/2018) di salah satu hotel Sleman.

Lebih lanjut, ia mengatakan BPPTKG selalu memantau aktivitas Gunung Merapi, dengan begitu ia berharap kepada masyarakat agar tidak panik dan mempercayai isu-isu hoaks, karena kepanikan akan menyulitkan proses evakuasi.

Ia juga mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di masing-masing Jawa Tengah dan DIY sudah rutin melakukan langkah-langkah mitigasi dan pelatihan-pelatihan untuk menghadapi bencana erupsi Gunung Merapi.

"Jika memang dibutuhkan evakuasi maka, BNPB dan BPBD kabupaten kota akan selalu siap siaga," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sleman Joko Supriyanto mengatakan pihaknya mengacu pada arahan dari BPPTKG, pihaknya juga sudah memperbaiki semua jalur evakuasi yang ada di Lereng Merapi.

"Untuk itu, saya mengimbau agar masyarakat tidak panik dan mengikuti arahan dari BPPTKG," ujarnya.

Ia mengaku juga sudah memberikan pelatihan mitigasi kepada masyarakat jika terjadi bencana letusan, baik dengan memberikan materi hingga gladi di lapangan.

"Masyarakat, logistik, barak pengungsian juga sudah siap," tutupnya.