BP Tapera Tebar Rp8,83 Triliun Buat Pejuang KPR, Ini Realisasinya
Selama Januari 2024-awal Mei 2024, BP Tapera telah menyalurkan dana untuk kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi sebesar Rp8,83 triliun.
Warga mengevakuasi pohon tumbang./Istimewa-FPRB Srimulyo
Harianjogja.com, SLEMAN--Wilayah DIY sudah mulai diguyur hujan dengan intensitas lebat dari Senin (26/11/2018). Dua pohon tumbang membuat arus lalu lintas dan jaringan listrik terganggu.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Makwan mengatakan sejak hujan lebat mulai mengguyur lagi pada Senin (26/11/2018), sudah dua laporan masuk ke BPBD Sleman terkait pohon tumbang.
"Dua pohon tumbang, satu di Depok, satu lagi di Ngemplak," katanya pada Selasa (26/11/2018). Kejadian pohon tumbang terjadi di Dusun Sanggrahan, Desa Condongcatur, Depok mengganggu jaringan listrik pada Senin.
"Di Depok, satu pohon grondongan dengan diameter 30cm patah menimpa jaringan kabel listrik PLN dan jaringan kabel telepon," jelasnya. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Selain itu, pada Senin itu juga pohon tumbang juga terjadi di Dusun Klancingan, Desa Widodomartani, Ngemplak. Tumbangnya pohon waru berdiameter 25cm tersebut membuat akses jalan terganggu dan membahayakan pengguna jalan. Makwan mengatakan angin yang kencang juga disertai hujan lebat membuat pohon tumbang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selama Januari 2024-awal Mei 2024, BP Tapera telah menyalurkan dana untuk kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi sebesar Rp8,83 triliun.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.