Pengawasan Tiga Sungai Besar di DIY Diperketat

Petugas TRC BPBD Jogja berkumpul di kompleks Benteng Vredeburg setelah menerima laporan pohon tumbang di kawasan itu yang ternyata hoaks, Selasa (13/11/2018). - Istimewa
03 Desember 2018 18:37 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Istimewa Yogyakarta memperketat pengawasan pada tiga sungai besar di Yogyakarta memasuki musim hujan.

"Tim di lapangan sudah standby meningkatkan pengawasan di Sungai Code, Sungai Gajah Wong, dan Sungai Winongo mengantisipasi terjadinya banjir," kata anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY Widodo Saputro di Jogja, Senin (3/12/2018).

Menurut Widodo, sejumlah anggota TRC telah melakukan pemetaan dan pengawasan setiap hari bersama personel dari instansi lain di provinsi maupun kabupaten/kota.

Mereka tersebar di setiap bantaran sungai. Di setiap desa yang dilalui sungai tersebut, dipastikan terdapat sejumlah anggota TRC yang siap berkoordinasi dengan relawan setempat.

"Mulai hulu di Srunen kami tempatkan personel. Setiap ada peningkatan debit air, tim di lapangan akan langsung mengomunikasikan kepada BPBD untuk melakukan penanganan," kata dia.

Namun demikian, meski curah hujan di DIY telah mengalami peningkatan sejak memasuki musim hujan, hingga saat ini belum ada informasi banjir yang diakibatkan luapan tiga sungai tersebut. "Hingga saat ini belum ada informasi luapan sungai baik yang disebabkan hujan lebat maupun banjir lahar dingin dari Merapi," kata dia.

Selain meningkatkan pengawasan di sepanjang sungai, menurut Widodo, TRC BPBD DIY juga disiagakan di sejumlah titik di Lereng Gunung Merapi, serta kawasan perbukitan di Gunungkidul, Kulonprogo, dan Bantul. "Kami terus memantau perkembangan informasi cuaca ekstrem dari BMKG," kata dia.

Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Yogykarta Djoko Budiyono menyatakan hujan diperkirakan mulai merata di lima kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Desember 2018.

Ia mengatakan hujan bulanan yg terjadi pada Desember sebagian besar wilayah DIY memiliki rata-rata curah hujan berkisar 301 - 500 milimeter (mm) per bulan. Jumlah itu masuk kategori tinggi. Curah hujan tersebut, menurut dia, mengalami peningkatan bila dibandingkan November yang curah hujan bulanannya rata-rata berkisar 100-200 mm per bulan.

"Seiring dengan penguatan musim hujan maka dari segi intensitas dan frekwensi terjadinya hujan akan mengalami peningkatan dari November ke Desember dan akan meningkat lagi di bulan Januari 2019," kata Djoko.

Sumber : Antara