PSIM vs Madura United Malam Ini, 302 Personel Disiagakan di SSA Bantul
302 personel gabungan amankan laga PSIM vs Madura United di Bantul. Polisi siapkan pengamanan ketat dan rekayasa lalu lintas.
Petugas saat mengevakuasi ular di permukiman warga. BPBD Bantul mencatat sebanyak 518 ekor ular telah dievakuasi sejak awal Januari hingga menjelang akhir Oktober 2025. /Dok-BPBD.
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul mencatat sebanyak 518 ekor ular telah dievakuasi sejak awal Januari hingga menjelang akhir Oktober 2025.
Sebagian besar reptil tersebut ditemukan di area permukiman warga. Keberadaan mereka dinilai berpotensi mengganggu dan membahayakan keselamatan masyarakat, sehingga perlu segera ditangani oleh tim penyelamat.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Bantul, Irawan Kurniato, menjelaskan bahwa puncak penanganan ular terjadi pada Maret 2025, dengan total 87 kasus evakuasi. Setelah bulan itu, jumlah penanganan sempat menurun sebelum akhirnya kembali meningkat menjelang akhir Oktober.
“Pada April tercatat ada 62 penanganan, Mei 58 penanganan, Juni 54 penanganan, Juli 47 penanganan, Agustus 42 penanganan, September 28 penanganan, dan hingga Rabu (29/10/2025) pagi ada 40 penanganan ular,” ujar Irawan Kamis (30/10/2025).
Salah satu evakuasi terbaru dilakukan setelah adanya laporan dari warga Kalurahan Argorejo, Kapanewon Sedayu, pada Senin (27/10/2025) sekitar pukul 13.45 WIB. Warga bernama Asih Suranta melihat dua ekor ular melilit di pohon dekat rumahnya dan segera menghubungi petugas melalui nomor WhatsApp Komandan Sektor Sedayu. Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Pusdalops BPBD Bantul untuk ditangani lebih lanjut.
Petugas BPBD yang datang ke lokasi langsung melakukan evakuasi terhadap dua ular jenis cincin emas menggunakan peralatan khusus. Masing-masing ular memiliki panjang sekitar satu meter.
“Selama ini, ular-ular yang berhasil dilakukan evakuasi, ada yang diminta oleh pecinta satwa atau kolektor dan ada juga yang dilepas kembali di lokasi yang jauh dari permukiman,” kata Irawan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemunculan ular, terutama saat kondisi cuaca mulai berubah. Menurutnya, meningkatnya kasus penanganan ular pada Oktober ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh intensitas hujan.
“Karena hujan, habitat mulai teredam air dan mereka kesulitan mencari mangsa, sehingga ular-ular itu sering masuk ke pemukiman warga,” ujar Irawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
302 personel gabungan amankan laga PSIM vs Madura United di Bantul. Polisi siapkan pengamanan ketat dan rekayasa lalu lintas.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 19 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Nyeri dada seperti ditusuk bisa menjadi tanda robekan aorta mematikan. Dokter mengingatkan penanganan cepat penting untuk mencegah kematian.
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Emas Antam tembus Rp2,887 juta per gram, UBS Rp2,845 juta, dan Galeri24 Rp2,782 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Global Sumud Flotilla menyebut seluruh kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza dicegat pasukan Zionis Israel di perairan internasional.