Imunisasi Anak Sekolah di Gunungkidul Tembus 96,8%, Penyisiran Masih Berlanjut
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Suasana rapat koordinasi Geopark Nasional di dalam Gua Rancang Kencono, di Bleberan, Kecamatan Playen, Jumat (16/11/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Keberadaan Geopark Gunungsewu salah satunya berfungsi sebagai edukasi kepada masyarakat. Guna memaksimalkan peran ini, Dinas Pariwisata terus berupaya menyosialisasikan geopark ke dunia pendidikan di Gunungkidul, mulai dari sejarah hingga upaya konservasi untuk melestarikan warisan bumi itu.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Hary Sukmono mengatakan, untuk memaksimalkan peran geopark dalam hal edukasi dilakukan kerja sama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Kerja sama ini dengan memberikan sosialisasi kepada guru berkaitan tentang UNESCO Global Geopark Gunungsewu kepada para guru. Diharapkan dengan sosialisasi ini, para guru dapat menularkan pengetahuan yang dimiliki tentang kawasan Karst Gunugsewu kepada para siswa didik di Gunungkidul.
“Untuk sosialisasi kepada para guru sudah dilakukan di akhir November lalu,” kata Hary, Sabtu (1/12/2018).
Dia menjelaskan, di dalam sosialisasi dipaparkan bagaimana sejarah terbentuknya kawasan karst Gunungsewu. Di dalam kegiatan itu juga dipaparkan bagaimana upaya konservasi agar kawasan tersebut dapat tetap terjaga hingga masa akan datang.
“Dari sosialisasi ini diharapkan para guru maupun siswa bisa paham dan ikut berpartisipasi dalam upaya pelestarian,” katanya.
Hary menuturkan, kegiatan sosialisasi untuk edukasi juga sebagai upaya mempertahakan predikat UGG Gunungsewu yang rencananya direvalidasi ulang di tahun depan. Guna menyambut penilaian ulang ini, ketiga kabupaten yang masuk dalam bentang alam Gunungsewu terus melakukan koordinasi agar status yang diperoleh di 2015 lalu dapat dipertahankan.
“Kita terus lakukan komunikasi dan koordinasi untuk menyambut penilaian dari tim UNESCO,” imbuh mantan Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata ini.
Ditambahkannya, harapan lain dari pelaksanaan sosialisasi tengtang geopark di dunia pendidikan adalah dapat memperkenalkan kepada para siswa. Tak sebatas itu, juga diharapkan adanya kunjungan untuk melihat dari dekat tentang situs warisan bumi ini.
“Mudah-mudahan bisa menjadi muatan lokal di sekolah sehingga para murid bisa mengerti dan ikut melestarikan keberadaan geopark Gunungsewu,” imbuhnya.
Kepala Seksi Promosi dan Informasi, Dinas Pariwisata Gunungkidul Purnomo Sumardamto mengatakan, sosialisasi geopark ke para guru merupakan agenda rutin yang dimiliki Dinas Pariwiata. Tahun depan, sosialisasi yang sama akan kembali dilaksanakan.
“Ada tiga peran penting dari geopark, yakni konservasi, Edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Jadi, untuk peran edukasi akan terus dilaksanakan dengan harapan para siswa dan guru di Gunungkidul dapat mengetahui pentingnya Geopark Gunungsewu sebagai situs warisan dunia,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Mengusung konsep private villa premium, The Kharma Villas Yogyakarta menghadirkan empat tipe unit dengan pilihan satu hingga tiga kamar tidur.
Tiongkok menargetkan mobil otonom digunakan secara luas pada 2030 dan memperkuat industri kendaraan listrik pintar.
Sesosok jasad lansia asal Piyungan Bantul ditemukan di Sungai Opak Berbah Sleman usai dilaporkan hilang sejak Rabu.
Marc Márquez menjadi yang tercepat pada FP1 MotoGP San Marino 2026 dengan waktu 1:31,468, unggul 0,060 detik dari Marco Bezzecchi.
Olahraga 20 menit dapat membantu menjaga kemampuan memori setelah kurang tidur, menurut studi terbaru yang diterbitkan PNAS.