UGG Gunungsewu Divalidasi Ulang 2019, Peran Edukasi Geopark Akan Digalakkan

Suasana rapat koordinasi Geopark Nasional di dalam Gua Rancang Kencono, di Bleberan, Kecamatan Playen, Jumat (16/11/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
03 Desember 2018 11:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Keberadaan Geopark Gunungsewu salah satunya berfungsi sebagai edukasi kepada masyarakat. Guna memaksimalkan peran ini, Dinas Pariwisata terus berupaya menyosialisasikan geopark ke dunia pendidikan di Gunungkidul, mulai dari sejarah hingga upaya konservasi untuk melestarikan warisan bumi itu.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Hary Sukmono mengatakan, untuk memaksimalkan peran geopark dalam hal edukasi dilakukan kerja sama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Kerja sama ini dengan memberikan sosialisasi kepada guru berkaitan tentang UNESCO Global Geopark Gunungsewu kepada para guru. Diharapkan dengan sosialisasi ini, para guru dapat menularkan pengetahuan yang dimiliki tentang kawasan Karst Gunugsewu kepada para siswa didik di Gunungkidul.

“Untuk sosialisasi kepada para guru sudah dilakukan di akhir November lalu,” kata Hary, Sabtu (1/12/2018).

Dia menjelaskan, di dalam sosialisasi dipaparkan bagaimana sejarah terbentuknya kawasan karst Gunungsewu. Di dalam kegiatan itu juga dipaparkan bagaimana upaya konservasi agar kawasan tersebut dapat tetap terjaga hingga masa akan datang.

“Dari sosialisasi ini diharapkan para guru maupun siswa bisa paham dan ikut berpartisipasi dalam upaya pelestarian,” katanya.

Hary menuturkan, kegiatan sosialisasi untuk edukasi juga sebagai upaya mempertahakan predikat UGG Gunungsewu yang rencananya direvalidasi ulang di tahun depan. Guna menyambut penilaian ulang ini, ketiga kabupaten yang masuk dalam bentang alam Gunungsewu terus melakukan koordinasi agar status yang diperoleh di 2015 lalu dapat dipertahankan.

“Kita terus lakukan komunikasi dan koordinasi untuk menyambut penilaian dari tim UNESCO,” imbuh mantan Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata ini.

Ditambahkannya, harapan lain dari pelaksanaan sosialisasi tengtang geopark di dunia pendidikan adalah dapat memperkenalkan kepada para siswa. Tak sebatas itu, juga diharapkan adanya kunjungan untuk melihat dari dekat tentang situs warisan bumi ini.

“Mudah-mudahan bisa menjadi muatan lokal di sekolah sehingga para murid bisa mengerti dan ikut melestarikan keberadaan geopark Gunungsewu,” imbuhnya.

Kepala Seksi Promosi dan Informasi, Dinas Pariwisata Gunungkidul Purnomo Sumardamto mengatakan, sosialisasi geopark ke para guru merupakan agenda rutin yang dimiliki Dinas Pariwiata. Tahun depan, sosialisasi yang sama akan kembali dilaksanakan.

“Ada tiga peran penting dari geopark, yakni konservasi, Edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Jadi, untuk peran edukasi akan terus dilaksanakan dengan harapan para siswa dan guru di Gunungkidul dapat mengetahui pentingnya Geopark Gunungsewu sebagai situs warisan dunia,” katanya.