Advertisement
Condongcatur Dicanangkan Jadi Desa Bersih Narkoba
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol. Heru Winarko memberikan arahannya terkait pencanangan Desa Condongcatur sebagai Desa Bersih Narkoba di Balai Desa Condongcatur, Minggu (9/12/2018) - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, dicanangkan sebagai Desa Bersih Narkoba. Pencanangan digelar di Balai Desa Condongcatur, Minggu (9/12/2018). Dengan pencanangan ini Condongcatur diharapkan menjadi garda terdepan penanggulangan narkoba di Sleman, dan bisa menerapkannya melalui peraturan di desa.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol. Heru Winarko yang hadir sekaligus mencanangkan Desa Condongcatur sebagai Desa Bersih Narkoba mengatakan ada beberapa langkah yang bisa dilakukan Condongcatur setelah dicanangkannya sebagai desa bersih narkoba. Salah satu langkah yang bisa dilakukan yaitu memasukkan program pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) di dalam peraturan desa. "Kalau ada transaksi pemerintah desa bisa ikut menangkap dan menyerahkannya ke kepolisian," ujar Heru, Minggu.
Advertisement
Menurutnya, melalui pemerintah desa, keluarga yang anggota keluarganya menjadi korban barang haram tersebut bisa dengan sukarela merehabilitasi keluarga mereka. Dalam pencegahan BNN melakukan pendekatan dua aspek yaitu dari aspek permintaan dan penawaran. Ia juga mengimbau agar masyarakat bisa berkonsultasi dan berkoordinasi dengan BNN tingkat kabupaten dan provinsi apabila tidak mengetahui jenis penyalahgunaan narkoba.
Ia mengatakan saat ini ada jenis narkoba bernama new psychoactive substances (NPS) yang perlu diwaspadai karena berbeda dengan jenis narkoba lainnya. Harga narkoba NPS relatif lebih murah dan bisa dijangkau anak-anak. "Kalau sabu-sabu harganya mahal yakni mencapai Rp1 juta per gram. Untuk jenis NPS ini harganya hanya Rp2.000, anak-anak bisa terancam karena narkoba jenis ini sangat terjangkau," ujar Heru.
Bupati Sleman, Sri Purnomo, mengatakan Kabupaten Sleman mempunyai jumlah penduduk sekitar satu juta lebih. Jumlah itu belum termasuk mahasiswa pendatang yang jumlahnya 300.000 orang. "Sebagian besar mahasiswa tinggal di Kecamatan Depok, salah satunya di Desa Condongcatur. Dengan kondisi seperti ini dinamika masyarakatnya paling kompleks sehingga dengan dicanangkannya desa bersih narkoba ini jadi satu hal yang tepat karena penduduknya padat dan mahasiswanya juga banyak," kata Sri Purnomo, Minggu. Ia berharap melalui pencanangan sekaligus pengukuhan satgas antinarkoba, Desa Condongcatur bisa benar-benar menjadi garda terdepan penanggulangan narkoba di Sleman.
Desa Condongcatur sebelumnya menginisiasi adanya Gowes Antinarkoba sampai ke Malang, Jawa Timur pada Februari 2018. Pada beberapa titik gowes itu, sejumlah sukarelawan yang mengikuti kegiatan tersebut terlibat dalam kampanye antinarkoba.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Momen Haru di Bandara Saat Presiden Tenangkan Keluarga Prajurit
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement








