Advertisement
Demi Penumpang, Mereka Ini Nekat Mangkal di Zona Larangan
Deretan becak motor (betor) diparkir di sekitar tempat parkir Ngabean, Selasa (18/12/2018) - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Mulai banyaknya wisatawan yang berdatangan menyebabkan kawasan sekitar kawasan parkir Ngabean dipadati becak, baik becak kayuh maupun becak motor (betor). Parahnya, mereka justru mangkal di area yang sudah jelas terdapat marka berbiku-biku.
Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja, Golkari Made Yulianto menjelaskan sesuai dengan Pasal 34 Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No.34/2014, marka larangan parkir atau berhenti di jalan dinyatakan dengan garis berbiku-biku berwarna kuning. Selain melanggar aturan lantaran berhenti di tempat yang tak semestinya, ulah para pengemudi becak dan betor itu bikin arus lalu lintas kendaraan yang melewari jalan tersebut ke arah utara terganggu. “Posisi becak dan betor mereka memakan badan jalan. Ini semakin membuat ruas jalan sempit sehingga arus lalu lintas tersendat [macet],” ucap dia kepada Harian Jogja, Selasa (18/12).
Advertisement
Langkah yang dilakukan Dishub Jogja apabila menjumpai hal seperti itu sudah barang tentu adalah penertiban. Dia akan tegas menegur para tukang becak baik becak kayuh maupun betor untuk menaati aturan yang sudah berlaku.
Dia mengaku sudah kerapkali memberikan teguran kepada para pengemudi becak dan betor tersebut agar memarkir kendaraannya di tempat yang sudah disediakan. Made menjelaskan Pemkot sudah menyediakan tempat mangkal untuk becak dan betor di sisi selatan parkir bis Ngabean.
"Namun yang terjadi seperti main kucing-kucingan dimana saat kami lakukan operasi kondisinya bersih, tapi ketika kita pergi maka pelanggaran terjadi lagi," kata dia.
Salah seorang pengemudi becak yang mangkal di sana mengaku dia dan para pengemudi becak serta betor terpaksa mangkal di area itu untuk berburu penumpang. Jika tidak mangkal di area berbiku itu, kata dia, maka penumpang akan susah didapatkan. “ Ya namanya cari rejeki mau gimana lagi," ujar tukang becak yang tak bersedia disebutkan namanya itu.
Saat disinggung soal kemacetan lalu lintas, dia mengaku arus lalu lintas di kawasan tersebut selalu macet, terutama saat liburan. “Jadi bukan hanya karena kami. Di sini setiap harinya juga sudah macet kok,” ucap dia.
Widya Pintaka seorang pengendara yang melintasi jalan tersebut mengaku terganggu dengan keberadaan bus besar yang hendak masuk ke area tempat parkir Ngabean. Antrean bus itu diakui dia kerap bikin arus lalu lintas tersendat. “Belum lagi banyak becak yang mangkal di tepi jalan. Bikin jalan tambah ruwet. Ya sebaiknya bisa ditertibkan agar sesama pengguna jalan nyaman," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
China Dukung Dialog Nuklir Iran-AS di Oman, Tegaskan Jalur Diplomasi
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Update Gempa Pacitan, 15 Warga Bantul Luka dan 13 Bangunan Rusak
- Gempa Pacitan: Rumah dan Talut di Gunungkidul Rusak
- 34 Ribu Warga Sleman Nonaktif PBI JK, Bisa Ajukan Reaktivasi Bersyarat
- Revitalisasi Pasar di Bantul Ditunda, Anggaran untuk Pemeliharaan
- Bantul dan Jogja Terdampak Gempa, 40 Orang Dilarikan Ke Rumah Sakit
Advertisement
Advertisement



