Karang Taruna Sidowayah, Hargowilis Angkat Potensi Kesenian Lokal

Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara Kesenian tradisional Gejog Lesung Cahaya Budaya ditampilkan dalam gelar potensi seni budaya untuk menyongsong Tahun Baru 2019 sekaligus perayaan hari ulang tahun Karangtaruna Nusa Bhakti Dusun Sidowayah, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Sabtu (29/12/2018). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
30 Desember 2018 23:15 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Menyongsong Tahun Baru 2019 sekaligus perayaan ulang tahun ke-11, Karang Taruna Nusa Bhakti, Dusun Sidowayah, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, mengadakan gelar potensi deni budaya dengan pentas ketoprak. Kegiatan yang didukung Dinas Pariwisata DIY lewat gelontoran Dana Keistimewaan itu dilangsungkan di lapangan Dusun Sidowayah, Sabtu (29/12/2018) malam.

Kelompok ketoprak yang tampil dalam acara tersebut yakni Ketoprak Mataram Kridho Budoyo. Sebagian besar pemainnya adalah warga Dusun Sidowayah dan sebagian lainnya seniman lokal Kulonprogo.

Dalam aksinya di panggung para pemain menampilkan cerita Melik Gendhong Lali yang mengisahkan tentang intrik perebutan kekuasaan di Kadipaten Rembang oleh Tumenggung Noto Sutirto dan Patih Joyo Sudargo. Selama nyaris dua jam, performa apik para pemain mendulang decak kagum penonton.

Selain ketoprak, acara ini juga menghadirkan kesenian lain yang juga menjadi seni khas Dusun Sidowayah, yaitu Jathilan Kreasi Baru Taruna Kuda Budaya dan Gejog Lesung Cahaya Budaya.

"Ketoprak, jatilan dan gejog lesung merupakan kesenian asli Dusun Sidowayah, dan dalam pentas ini yang menyajikan warga sekitar," kata Ketua Karang Taruna Nusa Bhakti, Dusun Sidowayah, Susanto di sela-sela acara, Sabtu.

Susanto mengatakan kegiatan ini selain sebagai gelar potensi seni budaya dan hari lahir karang taruna, juga sekaligus untuk melestarikan kesenian tradisional di Dusun Sidowayah. "Kebetulan lewat bantuan dana ini [Dana Keistimewaan] kami bisa mengadakan acara yang bertujuan menggali potensi kesenian di sini dan melestarikannya, sehingga generasi muda tetap ingat kesenian tradisional," kata Susanto.

Ketua panitia acara, Wiji Astusi, mengatakan tanpa adanya bantuan dari Dinas Pariwisata DIY, kegiatan seni budaya tersebut sulit terwujud. Dia mengucapkan terima kasih dengan fasilitas pendanaan untuk acara ini sehingga bisa terlaksana. Wiji berharap, lewat kegiatan ini dan bantuan dari pemerintah, Dusun Sidowayah bisa siap menjadi tujuan wisata budaya khususnya bagi wisatawan yang berkunjung ke Waduk Sermo. "Dusun kami dekat dengan Waduk Sermo, jadi harapan apa yang ada di Sidowayah bisa dikembangkan lagi sehingga bisa menghibur wisatawan yang berkunjung ke waduk," kata Wiji.

Salah satu tokoh kesenian tradisional di Dusun Sidowayah, Sabar, berharap upaya Pemda DIY melestarikan seni budaya lewat Dana Keistimewaan bisa memajukan kesenian di Kulonprogo, khususnya di Dusun Sidowayah.

"Harapannya persatuan di Sidowayah lewat kesenian makin kuat, selain itu seni budaya di sini bisa bangkit kembali dengan adanya perhatian dari pemerintah sehingga membawa kesejahteraan masyarakat," ucapnya.