Angka Buta Aksara di Gunungkidul Terus Ditekan

Ilustrasi Guru
02 Januari 2019 07:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul mencoba menekan angka penyandang buta aksara dengan mealkukan program penuntasan buta aksara dengan menyasar warga lanjut usia.

Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal, Disdikpora Gunungkidul, Suhadi mengungkapkan bedasarkan data yang ada melalui survei yang dilakukan petugas, jumlah orang buta huruf tercatat mencapai 16.937 warga, bahkan dinilai lebih.

“Dari tahun 2014 hingga 2018 ini kami sudah bisa menuntaskan 16.816 warga Gunungkidul yang masuk dalam kategori buta aksara. Tapi memang sebenarnya di lapangan masih sangat banyak sekali mereka yang tidak mengenal angka atupun huruf,” ujar Suhadi, Selasa (1/1/2019).

Para penyandang buta aksara ini juga diberikan keterampilan lain agar tidak jenuh dalam pembelajaran, karena mayoritas penyandang buta aksara sudah berusia 40 tahun hingga 60 tahun.

Untuk penyegaran kembali para lansia yang telah mendapat pembekalan baca tulis, pada 2019 direncanakan program keaksaraan lanjutan. Belasan ribu orang itu akan mengikuti pelajaran atau pembekalan ulang. Hal tersebut agar mereka tidak lupa dalam pengaplikasian.