88 Nyawa Melayang di Jalanan

Ilustrasi kecelakaan lalu lintas.JIBI
06 Januari 2019 11:50 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Jajaran Satlantas Polres Gunungkidul mencatat sepanjang 2018 terdapat 88 korban meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas. Jumlah ini meningkat jika dibandingkan kejadian yang sama di 2017 dengan 79 korban jiwa.

Kepala Satlantas Polres Gunungkidul AKP Mega Tetuko mengatakan jajarannya sudah berupaya menekan angka kecelakaan lalu lintas. Namun demikian, usaha tersebut belum optimal. Hal ini terlihat dari jumlah perbandingan kasus selama kurun waktu dua tahun terakhir.

Data kecelakaan lalu lintas di 2018 berjumlah 480 kasus. Sedangkan di tahun sebelumnya hanya sebanyak 453 kasus. Jumlah kasus kecelakaan yang meningkat juga berpengaruh terhadap jumlah korban jiwa. “Di 2017 jumlah korban meninggal mencapai 79 orang, tapi di 2018 meningkat menjadi 88 orang,” kata Mega, Sabtu (5/1/2019).

Dia menjelaskan kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa tidak hanya terjadi di jalur-jalur ramai. Namun di jalur yang relatif sepi juga sering terjadi kecelakaan. “Sebagai contoh kecelakaan tunggal truk pengangkut pakan yang mengakibatkan lima orang meninggal di Ngawen. Di jalur itu termasuk masih sepi, tapi karena kelebihan muatan dan kendaraan tidak sesuai peruntukan mengakibatkan korban fatal,” ungkapnya.

Mega menambahkan untuk menekan angka kecelakaan, jajarannya terus berkomitmen melakukan pencegahan. Selain terus menyosialisasikan keamanan dan ketertiban dalam berlalu lintas, antisipasi juga dengan menggencarkan razia. “Operasi penting karena dapat diketahui kendaraan yang digunakan sudah sesuai standar atau belum. Selain itu, juga memastikan adanya keselamatan bagi pengendara,” ujar dia.

Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuady mengimbau kepada masyarakat uuntuk tertib saat berkendara. Menurut dia ketertiban sebagai salah satu upaya mengurangi risiko kecelakaan di jalanan. “Untuk mengurangi jumlah kecelakaan, tidak hanya tugas dari polisi, tapi masyarakat juga ikut berpartisipasi. Salah satunya, berkendara dengan alat keselamatan diri, mematuhi segala peraturan hingga tidak melanggar rambu-rambu yang ada,” katanya.

Ahmad menambahkan kecelakaan yang terjadi tidak hanya merugikan diri sendiri, tapi juga memberikan dampak terhadap orang lain. “Jadi lebih baik melakukan antisipasi dengan terus berhati-hati saat berkendara,” ujarnya.