Rencana Relokasi Sekolah, Disdikpora Tak Kunjung Diajak Bahas JJLS

Proyek JJLS - JIBI
14 Januari 2019 14:15 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo, Suharyono, menyatakan jajarannya masih menunggu undangan koordinasi lintas sektor terkait dengan proyek pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di wilayah Kecamatan Temon yang bakal berdampak pada tiga gedung sekolah dasar (SD) yang ada di sekitar lokasi. "Sampai sekarang kami belum tahu arah pelebaran JJLS. Kami juga belum tahu peta masterplan proyek itu," kata dia saat ditemui belum lama ini.

Ia menyebutkan sedikitnya ada tiga SD yang diperkirakan terdampak pelebaran JJLS masing-masing SD Negeri 1 Glagah, SD Karangwuni dan SD Pleret Kidul. Menurut dia tidak menutup kemungkinan pelebaran JJLS bisa berdampak ke salah satu sekolah atau justru tidak berdampak sama sekali sehingga informasi arah pelebaran JJLS sangat membantu Disdikpora dalam mengambil langkah selanjutnya.

"Kami sudah mencoba mencari informasi tentang rencana proyek tapi belum dapat. Tapi program seperti itu walaupun kami belum banyak tahu biasanya justru sekolah dan pemerintah desa yang sudah mengetahuinya lebih dahulu," ujarnya.

Suharyono mengatakan karena belum adanya informasi pasti mengenai pelebaran JJLS maka baik Disdikpora dan kepala sekolah terkait belum mengambil sikap dan masih menunggu undangan rapat berikutnya yang membahas proyek tersebut bersama-sama.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo, Nur Cahyo Wibowo, membenarkan Pemkab masih belum mengetahui rencana detail teknis pembangunan JJLS lebih jauh. Namun sebelum tahapan pembangunan JJLS dilakukan Pemkab sudah pernah diajak membahasnya di tingkat Pusat. Sekretaris Daerah dan Dinas Perhubungan Kulonprogo ikut dalam pertemuan itu. "Gambarnya ada di provinsi [Pemda DIY]," kata Nurcahyo sambil menyatakan Pemkab belum melihat gambar lebih mendetail.