RSUD Sleman Jalani Tahapan Akreditasi RS Standar Nasional

Bupati Sleman, Sri Purnomo, menyampaikan sambutan dalam survei akreditasi RSUD Sleman, Selasa (15/1). - IST/Humas Pemkab Sleman.
15 Januari 2019 20:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sleman melaksanakan Survei Akreditasi Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) edisi pertama pada Selasa (15/1/2019) sampai Jumat (18/1/2019).

Kegiatan survei akreditasi itu dilakukan oleh tim dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) yang terdiri dari empat orang yaitu Retno Indrastuti, Hartono Sriwandoko, Eka Purnama Dewi Ritonga dan Martini Sriwulaningdyah.

Ketua Tim Akreditasi Retno Indrastuti menyampaikan dengan telah ditetapkannya SNARS edisi pertama pada 8 Agustus 2017 silam, maka dirumuskan pula persyaratan Persyaratan Akreditasi Rumah Sakit (PARS) yang harus dipenuhi oleh rumah sakit dapat lulus.

“Hal ini seusai dengan acuan dari The International Society for Quality in Healthcare (ISQua), tanpa pemenuhan standar tersebut maka kelulusan tidak bisa dicapai oleh rumah sakit,” dalam siaran pers yang diterima Harian Jogja, Selasa (15/1/2019).

Retno menuturkan beberapa persyaratan yang menjadi kewajiban rumah sakit untuk dipenuhi yaitu rumah sakit dipimpin oleh tenaga medis dokter atau dokter gigi, rumah sakit memiliki izin operasional dan izin IPAL yang valid dan rumah sakit mengadakan obat-obatan dari jalur distributor resmi.

Persyaratan lain, bila rumah sakit melaksanakan pelayanan kemoterapi, maka harus sesuai standar dan peraturan perundangan serta seluruh staf medis yang memberikan asuhan kepada pasien di rumah sakit memiliki STR dan SIP yang valid.

"Apabila pada survei di rumah sakit didapati pelanggaran terhadap kelima standar mutlak tersebut, maka kelulusan akreditasi rumah sakit akan ditunda tiga bulan untuk memberi kesempatan rumah sakit memperbaiki dan melengkapi persyaratan," katanya.

Plt Direktur RSUD Sleman Joko Hastaryo menyambut baik kedatangan tim akreditasi KARS. Pihaknya telah mempersiapkan segala halnya terkait kelengkapan akreditasi. Semua yang ada di RSUD Sleman sesuai dengan kondisi sebenarnya, tidak ada yang dilebih-lebihkan atau sekedar formalitas semata.

Bupati Sleman, Sri Purnomo menyatakan dengan adanya survei akreditasi, tahapan penilaian ini dapat memberikan hasil yang seusai dengan kualitas yang ada serta, dapat menjadikan motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan di RSUD Sleman.