Kurikulum Kebencanaan Masuk Mata Pelajaran dan Ekstrakurikuler

Ilustrasi kurikulum kebencanaan - Okezone.com
20 Januari 2019 07:37 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kurikulum pendidikan tentang kebencanaan akan diintegrasikan dengan mata pelajaran yang ada dan tidak berdiri sendiri sebagai satu mata pelajaran.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jogja, Budi Asrori mengatakan berdasarkan kesepakatan terkait pendidikan kebencanaan tersebut akan diintegrasikan dengan mata pelajaran yang ada.

“Sudah ada struktur kurikulum SD, SMP, ya menjadi bagian dari suatu materi. Lebih banyak pendidikan karakter juga kan, termasuk juga yang pendidikan antikorupsi itu, selain kebencanaan,” ujar Budi, Sabtu (19/1/2019).

Integrasi tersebut nantinya ada di mata pelajaran pokok maupun dimasukkan pada ekstrakulikuler, seperti pramuka maupun ekstrakurikuler lainnya. Meski belum berdiri sendiri sebagai mata pelajaran, sejumlah usulan kurikulum seperti kebencanaan maupun antikorupsi akan semakin ditekankan mulai tahun ini.

Selain itu Budi mengungkapkan dinas juga bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk meningkatkan sekolah siaga bencana, termasuk memberi pelatihan pada para pendidik atau guru.

Menurutnya yang perlu ditingkatkan saat ini adalah kesadaran bahwa setiap saat bisa saja terjadi bencana. “Bencana kan sebenarnya ada yang bisa diantisipasi seperti banjir, tanah longsor, tetapi memang ada juga yang tidak bisa diprediksi seperti gempa atau gunung meletus. Antisipasinya korban diminimalisir manusia maupun sarana prasarana. Perlu kesadaran bersama,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu, Disdik DIY, Didik Wardaya. Ia mengatakan kurikulum kebencanaan akan terintegrasi dengan mata pelajaran yang sudah ada.

“Akan terintegrasi dengan mata pelajaran yang ada. Terlalu banyak [mata pelajaran] juga saya rasa kalau berdiri sendiri, seperti halnya tentang berlalu lintas, antikorupsi atau yang lainnya jika berdiri sendiri,” ujar Didik.