Jadwal KA Bandara YIA Minggu 23 Agustus 2026, Cek Jam Jadwal Terbaru
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 23 Agustus 2026 lengkap rute YIA-Stasiun Tugu Yogyakarta beserta jam keberangkatan terbaru.
Perangkat pembangkit listrik tenaga hydrogen fuel cell di FTI UII, Jumat (18/1/2019). /Ist-Humas FTI UII.
Harianjogja.com, SLEMAN -- Pembangkit listrik ramah lingkungan dengan energi hydrogen fuel cell mulai dikembangkan di Jogja. Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) menjadi satu-satunya di Jogja yang mulai menggunakan listrik jenis ini untuk dikembangkan menjadi penelitian lebih lanjut.
Ketua Program Studi Teknik Elektro FTI UII Yusuf Aziz Amrulloh menjelaskan pihaknya membentuk tim Hydrogen Fuel Cell - Electro Project UII untuk menginisiasi pembangunan pembangunan pembangkit listrik bersumber dari energi hydrogen fuel cell. Tim kemudian melakukan pra studi kelayakan awal dengan melakukan studi potensi sumber energi baru yang cocok digunakan di area gedung FTI. Setelah pra uji kelayakan, sumber energi hang digunakan adalah hydrogen fuel cell yang mampu dikonversikan dengan potensi energi listrik sebesar 2,5 kilowatt.
"Proyek kemudian terselenggara dengan baik atas hibah modul Idatech hydrogen fuek cell sebesar 2,5 kilowatt diberikan oleh PT Cascadiant Indonesia kepada kami pada 2017 silam. Dan alhamdulillah pada hari ini [Jumat 18/1/2019] telah selesai dan bisa memenuhi suplay energi listrik sebagian di FTI UII," terangnya dalam rilisnya, Jumat (18/1/2019).
Yusuf memastikan energi yang dihasilkan fuel cell sangat ramah lingkungan karena tidak menghasilkan polusi seperti CO2. Proses pengolahan hydrogen menjadi proton dan elektron cenderung menghasilkan air sehingga sangat cocok untuk pengembangan sumber energi terbarukan. Ke depan ia berharap tidak hanya FTI saja yang menggunakan fuel cell namun juga fakultas lain di UII atau bahkan kampus lain. Pihaknya akan menjadikan objek energi itu sebagai penelitian dosen dan mahasiswa dengan harapan ke depan bisa terus dikembangkan.
"Selama ini bahan utama listrik adalah batubara, saat dibakar akan menghasilkan polutan yang sangat berbahaya, paling bahaya Co2 karena bisa merubah iklim secara global. Fuel cell ini kemudian untuk jawab tantangan itu, kami ingin menciptakan sumber pembangkit listrik yang bersih," katanya.
Managing Director PT Cascadiant Indonesia Rahmadi Budiman menyatakan, UII menjadi satu-satunya pengguna energi listrik ramah fuel cell di Jogja. Kampus lain di luar Jogja yang diberikan hibah adalah Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya dan ITS. Adapun total hibah seluruh perangkat pembangkit listrik yang ia berikan kepada UII sebesar Rp380 juta, yang mampu menghasilkan energi 2,5 kW. Listrik ini menggunaman bahan bakar metanol dan air yang kemudian diubah menjadi hidrogen. Kemudian ada plat yang ditumpuk untuk merubah hidrogen menjadi proton dan elektron. Ia mengakui penggunaan energi ini masih tergolong mahal karena penggunanya masih sedikit. Di Indonesia yang menggunakan sebagian besar adalah perusahaan telekomunikasi, untuk dipasang di lokasi BTS.
"Ini sebenarnya fungsinya sama seperti genset bisa menghasilkan energi listrik, tetapi fuel cell ini lebih ramah lingkungan. Fuel cell ini dipilih oleh perusahaan telekomunikasi karena aman dan terhindar dari aksi pencurian beda dengan genset," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 23 Agustus 2026 lengkap rute YIA-Stasiun Tugu Yogyakarta beserta jam keberangkatan terbaru.
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan warga Gilingan yang mengamuk dan mengancam warga dengan obeng sebelum dibawa ke RSJ Kentingan.
BPS menjelaskan arti desil 1-10 dalam DTSEN, indikator yang digunakan, serta alasan desil bukan penentu tunggal penerima bansos.
Kemenhub memproses 35 izin khusus pesawat registrasi asing untuk mendukung pemadaman karhutla dengan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan.
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
BMKG mendeteksi 696 hotspot di Kalsel pada 23 Agustus 2026. Sebanyak 29 titik masuk kategori tinggi dan risiko karhutla didominasi indikator tinggi.