HIPMI Jogja Dorong Pengusaha Muda Tembus Pasar Lebih Luas
BPC HIPMI Kota Yogyakarta mempertemukan lebih dari 50 peserta pitching dengan investor melalui Jogja Investment Arena 2026.
Perangkat pembangkit listrik tenaga hydrogen fuel cell di FTI UII, Jumat (18/1/2019). /Ist-Humas FTI UII.
Harianjogja.com, SLEMAN -- Pembangkit listrik ramah lingkungan dengan energi hydrogen fuel cell mulai dikembangkan di Jogja. Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) menjadi satu-satunya di Jogja yang mulai menggunakan listrik jenis ini untuk dikembangkan menjadi penelitian lebih lanjut.
Ketua Program Studi Teknik Elektro FTI UII Yusuf Aziz Amrulloh menjelaskan pihaknya membentuk tim Hydrogen Fuel Cell - Electro Project UII untuk menginisiasi pembangunan pembangunan pembangkit listrik bersumber dari energi hydrogen fuel cell. Tim kemudian melakukan pra studi kelayakan awal dengan melakukan studi potensi sumber energi baru yang cocok digunakan di area gedung FTI. Setelah pra uji kelayakan, sumber energi hang digunakan adalah hydrogen fuel cell yang mampu dikonversikan dengan potensi energi listrik sebesar 2,5 kilowatt.
"Proyek kemudian terselenggara dengan baik atas hibah modul Idatech hydrogen fuek cell sebesar 2,5 kilowatt diberikan oleh PT Cascadiant Indonesia kepada kami pada 2017 silam. Dan alhamdulillah pada hari ini [Jumat 18/1/2019] telah selesai dan bisa memenuhi suplay energi listrik sebagian di FTI UII," terangnya dalam rilisnya, Jumat (18/1/2019).
Yusuf memastikan energi yang dihasilkan fuel cell sangat ramah lingkungan karena tidak menghasilkan polusi seperti CO2. Proses pengolahan hydrogen menjadi proton dan elektron cenderung menghasilkan air sehingga sangat cocok untuk pengembangan sumber energi terbarukan. Ke depan ia berharap tidak hanya FTI saja yang menggunakan fuel cell namun juga fakultas lain di UII atau bahkan kampus lain. Pihaknya akan menjadikan objek energi itu sebagai penelitian dosen dan mahasiswa dengan harapan ke depan bisa terus dikembangkan.
"Selama ini bahan utama listrik adalah batubara, saat dibakar akan menghasilkan polutan yang sangat berbahaya, paling bahaya Co2 karena bisa merubah iklim secara global. Fuel cell ini kemudian untuk jawab tantangan itu, kami ingin menciptakan sumber pembangkit listrik yang bersih," katanya.
Managing Director PT Cascadiant Indonesia Rahmadi Budiman menyatakan, UII menjadi satu-satunya pengguna energi listrik ramah fuel cell di Jogja. Kampus lain di luar Jogja yang diberikan hibah adalah Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya dan ITS. Adapun total hibah seluruh perangkat pembangkit listrik yang ia berikan kepada UII sebesar Rp380 juta, yang mampu menghasilkan energi 2,5 kW. Listrik ini menggunaman bahan bakar metanol dan air yang kemudian diubah menjadi hidrogen. Kemudian ada plat yang ditumpuk untuk merubah hidrogen menjadi proton dan elektron. Ia mengakui penggunaan energi ini masih tergolong mahal karena penggunanya masih sedikit. Di Indonesia yang menggunakan sebagian besar adalah perusahaan telekomunikasi, untuk dipasang di lokasi BTS.
"Ini sebenarnya fungsinya sama seperti genset bisa menghasilkan energi listrik, tetapi fuel cell ini lebih ramah lingkungan. Fuel cell ini dipilih oleh perusahaan telekomunikasi karena aman dan terhindar dari aksi pencurian beda dengan genset," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPC HIPMI Kota Yogyakarta mempertemukan lebih dari 50 peserta pitching dengan investor melalui Jogja Investment Arena 2026.
Santos kalahkan Vasco da Gama 3-0 di Serie A Brasil. Drama terjadi antara Neymar dan Thiago Mendes: penolakan salaman, kartu kuning, dan rivalitas yang berlanju
Perlukah HP Android dipasang antivirus? Simak penjelasan lengkap soal Play Protect, malware, phishing, Wi-Fi publik, dan kapan antivirus masih dibutuhkan.
Ancaman boikot Piala Dunia U20 Wanita mengguncang sepak bola dunia. Di baliknya, kritik tajam terhadap tata kelola FIFA dan ketimpangan gender. Bisakah ini jadi
Pangsa pasar mobil Tiongkok di Indonesia melonjak dari 5,8% pada 2024 menjadi 17,4% pada 2026. BYD, Wuling, dan Chery memimpin pertumbuhan.
ASDP dan Pelni membuka layanan pengiriman bantuan gratis untuk korban gempa NTT. Logistik dikirim melalui jalur laut guna mempercepat distribusi.