Dominasi Angka Kecelakaan Lalu Lintas, Generasi Milenial di Bantul Jadi Sorotan Satlantas

Kasatlantas Polres Bantul AKP Cerryn Nova. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
24 Januari 2019 17:20 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pengendara kendaraan bermotor dari kalangan usia produktif yang masuk dalam kategori generasi milenial jadi sorotan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bantul. Pasalnya korban kecelakaan yang terjadi selama ini didominasi usia produktif yang masuk kateori generasi milenial.

Berdasarkan data Satlantas Polres Bantul, kecelakaan lalu lintas di awal tahun ini sudah mencapai 160 kejadian dengan korban luka berat satu orang dan luka ringan 226 orang. Sementara data tahun lalu ada 1.617 dengan korban meninggal dunia sebanyak 133 orang, luka berat dua orang, luka ringan 2.367 orang.

Jumlah kecelakaan tersebut naik sekitar 19% atau sekitar 308 kejadian dari kejadian 2017 sebanyak 1.309 kejadian kecelakaan yang menelan korban jiwa sebanyak 138 orang, luka ringan 1.461 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 15% kecelakaan melibatkan pelajar. "Korban kecelakaan sebagian besar usia produktif antara 17-35 tahun," kata Kepala Satlantas Polres Bantul, AKP Cerryn Nova, kepada Harian Jogja, Kamis (23/1).

Banyaknya usia produktif yang menjadi korban kecelakaan membuat Satlantas Polres Bantul melaksanakan sosialisasi keselamatan berlalu lintas di kalangan generasi millenial, melalui sekolah-sekolah, komunitas remaja, komunitas otomotif, organisasi kepemudaan, pembagian brosur atau pamplet, dan forum diskusi.

Cerryn berharap para generasi milenial membiasakan tertib berlalu lintas, tidak melanggar, karena pelangaran lalu lintas biasanya awal penyebab terjadinya kecelakaan. "Kami mengajak generasi milenial sebagai pelopor ketertiban berlalu lintas dengan meminimalisir terjadinya pelanggaran, mari wujudkan generasi milenial cinta lalu lintas menuju Indonesia gemilang.

Cerryn menambahkan pada 3 Maret nanti pihaknya akan menggelar Millenial Road Sefety Festival di Car Free Day Bantul. Program yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesi membawa misi mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas demi tercapainya Road Safety to Zero Accident.